JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Pembangunan Pasar Jebres Ditunda, Ternyata Ini Penyebabnya

Pembangunan Pasar Jebres Ditunda, Ternyata Ini Penyebabnya

35
BAGIKAN
Joglosemar | Dok
ilustrasi proyek

SOLO – Pemkot Surakarta batal membangun Pasar Jebres tahun ini. Selain masih banyak masalah sosial, program tersebut juga terkendala pada anggaran yang masih kurang.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Surakarta, Subagiyo menjelaskan pihaknya berencana melakukan pembangunan tiga pasar tradisional, yakni Pasar Jebres, Pasar Sangkrah, dan Rejosari.

“Untuk Pasar Jebres kami tunda dulu. Ada beberapa pertimbangan kenapa kami putuskan seperti itu,” kata dia, Selasa (16/5/2017).

Pertimbangan pertama yakni masalah anggaran. Di mana, untuk mengubah Pasar Jebres dari satu lantai menjadi dua lantai tersebut membutuhkan dana sekitar Rp 15,5 miliar.

Namun, tahun ini APBD baru bisa mengalokasikan dana Rp 4,5 miliar. Jumlah tersebut menurut Subagiyo hanya cukup untuk membuat kerangka konstruksi pasar tersebut.

Sehingga, pihaknya masih membutuhkan dana sekitar 10 miliar untuk membangunnya. Sesuai dengan perencanaan yang dibuat, Pasar Jebres nantinya akan dibangun di atas lahan seluas 3.000 meter persegi.

“Selain masalah anggaran yang tidak cukup, kami juga masih melakukan analisa terkait dengan dampak ekonomi dan sosial dari pembangunan itu,” tegasnya.

Masalah sosial yang dimaksudkan Bagiyo adalah keberadaan pedagang yang menjadikan los dan kiosnya sebagai rumah.

Disdag memerlukan tambahan waktu untuk melakukan pendekatan kepada pedagang untuk pindah dan mengembalikan los/ kios sebagai tempat berdagang.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Surakarta, Umar Hasyim menyayangkan ketidakcermatan Disdag dalam pengajuan anggaran.

“Kalau masalah anggaran itu sebenarnya masih ada solusi. Tapi kalau selisihnya cukup banyak ya tidak bisa dilakukan di tahun yang sama. Namun, menurut kami yang lebih urgent adalah menyelesaikan masalah tanah dengan PT KAI,” katanya.

#Murniati