Pemkab Boyolali Berangkatkan 30 Pelajar ke Luar Negeri

Pemkab Boyolali Berangkatkan 30 Pelajar ke Luar Negeri

59
Ilustrasi

BOYOLALI—Tahun ini Pemkab Boyolali kembali memberi beasiswa untuk kuliah S1 dan S2 ke luar negeri. Jumlahnya tahun ini bahkan meningkat, yakni sebanyak 20 orang untuk jenjang S1 dan 10 orang untuk jenjang pendidikan S2.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Darmanto, total anggaran untuk bantuan beasiswa pendidikan kuliah di luar negeri tahun ini mencapai Rp 10 miliar.

Saat ini jelas dia, proses seleksi calon penerima bantuan beasiswa untuk jenjang S1 sudah selesai diselenggarakan.

“Seleksi oleh tim panitia seleksi (Pansel) sudah selesai tadi malam, tinggal menunggu teknis pemberangkatan dengan tujuan Nanjing University,” ungkap Darmanto, Selasa (23/5/2017).

Baca Juga :  Buka Bersama di Balai Desa, 115 Warga Andong Boyolali Keracunan

Dijelaskan Darmanto, pelajar yang terpilih tersebut harus melewati tahapan seleksi yang ketat dengan lima orang penyeleksi.

Diharapkan, dengan seleksi ketat ini, pelajar yang diberangkatkan untuk kuliah S1 tersebut merupakan orang yang benar-benar terpilih.

Mereka nantinya akan belajar pada jurusan antara lain teknologi informasi. “Dari 60 orang yang mendaftar, diseleksi hingga menjadi 20 orang yang akan diberangkatkan,” jelas dia.

Selain 20 orang yang akan kuliah S1 di Tiongkok tersebut, tahun ini Pemkab Boyolali juga memberangkatkan 10 orang untuk kuliah tingkat S2. Menurut Asisten Administrasi Umum Setda Boyolali, Sugiyanto, saat ini untuk seleksi kuliah S2 tengah dalam persiapan.

Baca Juga :  Bus Ugal-ugalan Tabrak Empat Mobil di Jembatan Timbang Banyudono

Meski dikuliahkan oleh Pemkab Boyolali ke luar negeri, namun mereka tidak terikat ikatan dinas apapun terhadap Pemkab. Namun diyakini Darmanto, para pelajar yang dikirim ke luar negeri tersebut akan memiliki dedikasi yang tinggi terhadap tanah kelahiran mereka.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, menurut Darmanto, mereka hanya akan diminta laporan saat menyelesaikan studi.

 Ario Bhawono

BAGIKAN