JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Pemkab Wonogiri Kaji Sisi Pelanggaran Hukum Jual Beli 1.200 Hektar Lahan

Pemkab Wonogiri Kaji Sisi Pelanggaran Hukum Jual Beli 1.200 Hektar Lahan

211
BAGIKAN
Ilustrasi

WONOGIRI– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri bakal mengkaji secara mendalam semua aspek yang berkaitan dengan aktivitas PT Katwang Jaya di Wonogiri. Langkah tersebut untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran yang dilakukan perusahaan.

Bupati Joko Sutopo mengatakan sosialisasi tukar menukar lahan antara warga dengan PT di kompleks Setda Jumat pekan lalu, merupakan kebijakan Pemkab untuk mengetahui semua persoalan dan data yang ada dari semua pihak yang terlibat. Tujuannya, tetap terjaga suasana kondusif di tengah masyarakat.

“Hasil sosialisasi itu nanti kami jadikan bahan untuk pengkajian secara mendalam,” kata Bupati, Senin (8/5/2017).

Pengkajian tersebut juga akan menyasar hingga ke semua aspek. Tidak hanya aspek pertanahan sebatas jual beli antara perusahaan dengan warga. Melainkan sampai ke aspek hukum.

“Harus dikaji juga apakah ada regulasi yang dilanggar perusahaan atau tidak. Misalnya regulasi tentang investasi,” jelas bupati.

Menurut bupati, pihak perusahaan saat akan melakukan transaksi pembelian lahan hingga 1.200 hektare, langsung berhubungan dengan masyarakat.

Pemerintah daerah sama sekali tidak dihubungi, atau istilahnya tidak kulanuwun. Tidak ada keterbukaan, hingga terjadi gejolak seperti intimidasi dan lainnya, baru pemerintah mengetahui itupun dari warga.

“Kami itu terbuka, mohon kalau ada aktivitas apalagi sampai kabarnya 1.200 hektare, kami diberitahu. Jangan sampai warga terus bergejolak sampai mempengaruhi kondusivitas suasana,” tandas Bupati.

Dirut PT Katwang Jaya, Wisnu Broto didampingi Direktur Operasional Sudewo menuturkan, lahan di Wonogiri yang akan dibeli tersebar di 19 kecamatan.

Lahan tersebut nantinya akan diajukan ke pusat untuk dijadikan kawasan hutan. Setelah pusat menetapkan kawasan hutan, lahan akan dikelola Perhutani.

“Jadi lahan yang kami beli itu sebagai lahan pengganti atau penukar dari wilayah Perhutani yang kami jadikan kawasan industri di pantura Jateng,” tutur dia.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, 1.200 hektare lahan itu berada di 19 kecamatan di Wonogiri. Semuanya merupakan lahan milik warga dan akan dibeli untuk dijadikan kawasan hutan.

PT Katwang Jaya merupakan perusahaan yang akan membeli lahan tersebut. Hingga kini sudah 480 hektare lahan telah terbeli.

Sayang, proses jual beli itu diwarnai intimidasi. Pun demikian, tidak ada koordinasi maupun pemberitahuan kepada pemerintah setempat.

Aris Arianto