JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Pemkot Berencana Tambah Ruang Henti Sepeda

Pemkot Berencana Tambah Ruang Henti Sepeda

57
BAGIKAN
Joglosemar | Maksum Nur Fauzan
SOSIALISASI—Petugas Dinas Perhubungan Kota Surakarta menggelar sosialisasi ruang henti bagi sepeda dan becak di Perempatan Gendengan, Selasa (9/5/2017). Dengan adanya ruang henti tersebut diharapkan lalu lintas lebih lancar.

SOLO- Kota Solo memberikan fasilitas tambahan bagi pengguna sepeda dan becak berupa ruang henti sepeda dan becak di persimpangan. Rencananya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta akan membuat ruang henti sepeda dan becak di beberapa persimpangan di Kota Solo.

Saat ini, ruang henti sepeda dan becak baru dibuat di satu persimpangan yakni persimpangan Gendengan. Kepala Dishub Kota Surakarta, Hari Prihatno mengungkapkan, pembuatan ruang henti sepeda dan becak difungsikan untuk memprioritaskan pengguna jalan terutama pesepeda dan tukang becak terutama ketika lampu pengatur lalu lintas menyala merah menuju hijau.

“Saat ini tengah dikaji rencana pembuatan ruang henti di beberapa persimpangan, yang traffic lalu lintas kendaraan non mesinnya cukup tinggi. Untuk uji coba, dibuat di persimpangan Gendengan,” ujarnya, Selasa (9/5/2017), di sela uji coba ruang henti sepeda dan becak di persimpangan Gendengan.

Menurut Hari, uji coba ruang henti sepeda dan becak tersebut telah dimulai sejak Senin (8/5) lalu. Setiap pagi, antara pukul 06.30 WIB hingga pukul 07.30 WIB sejumlah petugas Dishub standby di sekitar ruang henti, mengarahkan pengguna sepeda dan pengayuh becak untuk menempati area khusus tersebut saat menanti traffic light menyala hijau. “Sebab kalau mereka berhentinya campur dengan kendaraan bermesin, saat lampu menyala hijau, akan menghambat laju kendaraan bermesin,” imbuh Hari.

Jika pembuatan ruang henti sepeda dan becak tersebut terbukti efektif, maka ke depan akan dibuat di persimpangan-persimpangan lain dengan prioritas di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, juga di Jalan Adisucipto di mana traffic pengguna sepedanya tinggi.

Sementara itu, Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Ari Wibowo menambahkan, ruang henti sepeda bisa dibuat di persimpangan yang memiliki alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL). “Sebab kalau ada APILL, ada alasan bagi pengguna sepeda untuk  berhenti saat lampu menyala merah. Jadi bisa efektif. Sementara diujikan di persimpangan Gendengan di sisi utara dan selatan,” tukasnya.

#Triawati Prihatsari Purwanto