Pemkot Genjot Potensi Zakat dan Infak dari Aparatur Negara

Pemkot Genjot Potensi Zakat dan Infak dari Aparatur Negara

19
Balaikota Surakarta. Foto : DOk

SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta menggenjot potensi zakat penghasilan dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Pasalnya jumlah zakat, infak dan sedekah yang terkumpul dari ASN masih tergolong rendah.

Untuk mendorong kesadaran ini Pemkot sudah mengeluarkan Surat edaran (SE) Nomor 451.12/843 tentang Pungutan Zakat, Infak dan Sedekah. Zakat dipungut sebesar 2,5 persen dari penghasilan atau gaji per bulan bagi PNS beragama Islam.

“Kita sudah mengedarkan formulir kesediaan yang bersangkutan mau dipotong gajinya. Itu nanti mulai, 1 Juni sudah bisa mulai dipotong,” terang Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat Setda Surakarta, Siti Anggraeni Purwanti kepada wartawan, Selasa (23/5/2017).

Kendati tidak menyebut jumlah nominal, Siti mengatakan akan memaksimalkan potensi yang ada. Selain zakat, Pemkot juga menetapkan besaran infak bagi PNS golongan IV senilai Rp 30.000 per bulan, golongan III senilai Rp 15.000 per bulan, dan golongan II senilai Rp 10.000 per bulan.

Baca Juga :  Solo Terus Berbenah

“Harapanya semua ASN mau menyisihkan hartanya dari penghasilan untuk zakat. SE untuk itu disebarkan ke masing-masing OPD,” katanya.

Untuk mempermudah pengumpulan zakat dibentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

UPZ itu nanti bisa menarik zakat di OPD-nya masing-masing lalu disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Solo.

Nantinya BAZNAS akan aktif berkeliling ke masing-masing OPD untuk mengambil zakat yang sudah terkumpul. “Baru sekitar 10 persen ASN yang mengeluarkan zakat 2,5 persen ke BAZNAS,” kata dia.

Baca Juga :  Antisipasi Macet Pemudik di Solo, Ini yang Jadi Andalan Dishub

Sementara itu Wakil Ketua BAZNAS Solo, Indriani Dyan menyatakan sudah ada 57 UPZ di berbagai instansi pemerintah yang dikukuhkan. Adanya UPZ ini diharapkan bisa mendongkrak potensi zakat, infak dan sedekah di lingkungan PNS.

Dyan menambahkan, untuk Solo itu pengumpulan zakat, infak dan sedekah masih rendah dibanding dengan daerah lain.

Karena belum sepenuhnya sadar untuk menyalurkan zakat, infak dan sedekah kepada lembaga yang ditunjuk Pemerintah. “Mereka lebih memilih menyalurkan secara pribadi ke masyarakat. Target kita Rp 500 juta tahun ini,” pungkasnya.

#Ari Welianto 

BAGIKAN