JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Pemkot Kaji Tiket Masuk Taman Kota

Pemkot Kaji Tiket Masuk Taman Kota

29
BAGIKAN
Joglosemar|Dok
SEKOLAH SUNGAI- Peserta mendengarkan kuliah dengan mendengarkan pemateri dari TIM RSI Yogyakarta UGM pada Sosialisasi dan Kuliah Perdana Sekolah Sungai Solo di Taman Sekartaji, Solo, Sabtu (14/5).

SOLO – Pemkot menilai pengelolaan taman di Kota Bengawan kurang optimal. Oleh karena itu, Pemkot sedang mengkaji wacana pungutan tiket pada taman-taman yang saat ini digratiskan kepada pengunjung.

Kekurangoptimalan itu menurut Pemkot dilihat dari banyaknya kerusakan fasilitas-fasilitas yang disediakan pengelola, alih fungsi taman dari area bermain hingga pacaran, praktik vandalisme, dan lainnya.

Untuk itulah, Pemkot masih mempertimbangkan penerapan tiket pada taman-taman kota, salah satunya taman yang melengkapi wisata air di Embung Tirtonadi.

“Kalau di taman yang nantinya melengkapi embung Tirtonadi memang diwacanakan ada penerapan tiket masuk. Ini kami lakukan berdasarkan pengalaman di beberapa taman kota yang justru mengalami kerusakan,” kata Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Rudy menjelaskan banyaknya kerusakan itu dinilai lantaran tidak ada rasa memiliki di hati warga.

Oleh karena itu, mereka cenderung acuh. Dengan penerapan tiket diyakini pengunjung akan ikut menjaga lingkungan.

Joglosemar|Maksum Nur Fauzan
TAK TERAWAT–Kondisi Taman Sekartaji yang tidak terawat, Selasa (2/5).

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Surakarta, Umar Hasyim mengaku niatan Pemkot itu memang bagus. Warga diminta juga ikut menjaga taman.

“Kami kira ide itu bagus. Namun, pertanyaannya adalah apakah dengan membayar akan membuat warga ikut memelihara? Bisa juga mereka justru melakukan perusakan,” papar Umar, Rabu (3/5/2017).

Untuk itulah, strategi pengelola menjadi salah satu kunci agar taman tetap lestari. Politisi PAN itu menambahkan, Pemkot harus meningkatkan pengamanan sehingga tingkat kerusakan bisa ditekan.

“Kalau tujuannya untuk peningkatan pelayanan dan pengamanan fasilitas, kenyamanan dan keamanan pengunjung, saya bisa memahami. Tapi kalau sekedar untuk penyadaran masyarakat agar tidak merusak fasilitas, aku kok tidak yakin bisa efektif,” tegasnya.

Murniati