JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Pemkot Solo Intensifkan Pantauan Pengemis dan Gelandangan

Pemkot Solo Intensifkan Pantauan Pengemis dan Gelandangan

33
BAGIKAN
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
RAZIA PGOT- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo merazia pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) di car free day, beberapa waktu lalu.

SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta akan mengintensifkan pantauan Pengemis Gelandangan dan Orang Telantar (PGOT) Ramadan ini.

Hal itu untuk mengantisipasi maraknya PGOT selama Ramadan dan Lebaran mendatang, pasalnya dari pengalaman-pengalaman sebelumnya saat momen puasa dan mendekati Lebaran banyak muncul PGOT.

“Kita akan intensifkan pantauan di lapangan. Ini momentum yang diwaspadai, biasanya akan marak,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surakarta, Arif Darmawan.

Nantinya petugas Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) yang ada di masing-masing wilayah akan dilibatkan untuk mengawasi dan memantau pergerakan PGOT.

Karena biasanya itu keberadaan PGOT itu menyebar di berbagai wilayah. Petugas akan segera bergerak dan menindak dengan menangkapnya.

Sebenarnya selama ini rutin dilakukan pantauan PGOT. Namun momen Ramadan dan Lebaran tetap diwaspadai karena bisa menarik minat para pengemis untuk datang ke Solo.

Nantinya itu kawasan pertokoan dan lokasi keramaian lainnya yang akan menjadi sasaran utama untuk pengawasan dan pantauan.

“Biasanya itu tiap Kamis dan Jumat kita menggelar operasi PGOT di beberapa wilayah. Terutama Serengan dan Laweyan setiap Kamis, dan Pasarkliwon setiap Jumat, di kawasan-kawasan itu pengemis selalu merebak karena di-drop di satu lokasi, sebelum menyebar ke berbagai titik,” paparnya.

Petugas pernah berhasil memergoki pengemis di lokasi pemberhentian. Mereka pun langsung diamankan belum sempat berkeliaran, lalu dibina di kantor Satpol PP didata dan dikembalikan ke daerah asal.

Itu kebanyakan pendatang dari luar Solo, sehingga tak jarang petugas harus mengantar dan mengembalikan ke daerah asalnya.

Ari Welianto