Pemkot Waspadai 15 Titik Pasar Tiban Selama Ramadan

Pemkot Waspadai 15 Titik Pasar Tiban Selama Ramadan

11
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
Lokasi parkir di atas kali pepe merupakan pergeseran dari semula di Pasar Gede.

SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta mewaspadai 15 titik pasar tradisional yang berpotensi menjadi pasar tiban selama Ramadan dan Lebaran.

Kewaspadaan ditingkatkan lantaran kondisi itu berpotensi menimbulkan kemacetan lalu lintas saat arus mudik dan balik Lebaran.

“Ada 15 pasar tiban yang akan muncul saat bulan Ramadan dan Lebaran nanti. Itu kita waspadai dan antisipasi,” terang Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Surakarta, Subagiyo, Senin (29/5/2017).

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lanjut Subagiyo, pedagang yang biasa berjualan di dalam pasar akan pindah ke luar pada momentum Ramadan dan Lebaran.

Hal itu tidak saja dilakukan pedagang lama tetapi juga pedagang baru. Kondisi ini berakibat kawasan pasar menjadi semrawut dan rawan kemacetan lalu lintas. Biasanya kondisi ini terjadi selama Ramadan hingga H+3 Lebaran.

“Jadi pedagang yang di dalam itu pada keluar berjualan di luar pasar, ada juga yang meluber sampai bahu jalan. Itu jelas akan membuat kemacetan lalu lintas di sekitar pasar,” ungkapnya.

Baca Juga :  Buka Simposium, Presiden Jokowi Ingat Masa Pimpin Solo

Pihaknya pun akan mengantisipasi melubernya pedagang dengan berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub).

Terkat jumlah, Subagiyo menyebut cukup banyak bisa mencapai ratusan pedagang. Nanti akan ditertibkan dan dimasukkan ke dalam pasar, sehingga lalu lintas lancar tidak tersendat akibat pasar tiban.

“Petugas nanti akan patroli rutin di pasar tradisional yang menjadi pasar tiban. Sebelum menjamur dan lebih banyak lagi, langsung kita tertibkan dan dimasukan ke dalam pasar,” katanya.

Lanjut dia, pemkot sudah memberikan tempat di dalam pasar bagi pedagang untuk berjualan. Jika ada pedagang berjualan di luar pasar jelas itu tidak diperbolehkan dan melanggar peraturan yang sudah ada.

Baca Juga :  Lagi-lagi Indekos “Bebas” Bikin Resah Warga Jebres

Jika dibiarkab kondisi ini juga akan berpotensi memunculkan parkir-parkir liar di sekitar pasar, misalnya Pasar Singosaren, Pasar Klewer, Pasar Kadipolo, Pasar Jongke, Pasar Nusukan, Pasar Legi, Pasar Gede, Pasar Joglo, Pasar Kleco yang rawan penumpukan parkir.

“Pasti akan muncul parkir liar. Itu juga tidak luput dari penertiban dan jelas melanggar,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta, Hari Prihatno menyatakan adanya pasar tiban pastinya akan membuat kemacetan lalu lintas saat arus mudik dan balik Lebaran nanti.

Sehingga akan dilakukan penyiagaan petugas dan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan.

“Solo itu termasuk kota tujuan untuk mudik dan transit pemudik. Itu hanya pasar tiban tapi juga di pusat perbelanjaan, seperti Solo Grand Mall, Solo Square, Solo Paragon, Beteng Plasa, Pasar Klewer, Pasar Singosaren,” pungkasnya.

Ari Welianto

BAGIKAN