JOGLOSEMAR.CO Opini Refleksi Pemusnahan Miras Masih Sebatas Seremoni

Pemusnahan Miras Masih Sebatas Seremoni

172
BAGIKAN
Joglosemar | Satria Utama

Kepolisian Resor (Polres) Karanganyar memusnahkan ribuan botol minuman keras (Miras) berbagai merek, ciu, Miras oplosan dan petasan di lapangan Mapolres Karanganyar, Jumat (26/5).

Pemusnahan Miras tersebut dipimpin Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak bersama Wakil Bupati Rohadi Widodo, Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol Santy Karsa Tarigan dan perwakilan MUI Karanganyar, Abdul Muid.

Miras yang dimusnahkan jenis ciu sebanyak 3.089 liter, 371 botol minuman keras, dengan jenis antara lain 2 botol Vodka, 249 botol BIR, 42 botol anggur merah, 25 topi miring, 41 Double Kiwi, 17 anggur putih, serta 1.700 berbagai macam petasan.

Menurut Kapolres, Miras dan petasan tersebut merupakan barang bukti dari hasil operasi penyakit masyarakat (Pekat) menjelang bulan suci Ramadan. Operasi Pekat dilakukan serentak di 17 kecamatan untuk menjaga situasi Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) yang kondusif selama Ramadan. Dengan digelarnya operasi tersebut, diharapkan situasi keamanan di Bumi Intan Pari selama bulan puasa tetap terjaga.

Bukan hanya Karanganyar saja, pemusnahan Miras seperti ini  juga dilakukan oleh kabupaten/kota yang lain di seluruh Indonesia. Di Klaten misalnya, pemusnahan ribuan botol Miras sudah dilakukan hari Rabu (24/5) kemarin. Begitu juga dengan kabupaten yang lain. Timingnya secara umum memang sama, yakni sebelum Ramadan, namun waktu pelaksanaannya berbeda-beda, tergantung masing-masing daerah.

Kata kuncinya dalam konteks ini adalah Ramadan, yakni bulan penuh berkah yang harus dijaga kesuciannya dari tindak-tindak yang dinilai tidak selaras dengan norma-norma agama. Dengan pelaksanaan setiap tahun sekali dengan blow up berita besar, pemusnahan Miras seolah hanya menjadi semacam kegiatan seremonial rutin setiap tahun.