JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Penarikan Retribusi Pedagang Pasar Klewer Belum Berjalan

Penarikan Retribusi Pedagang Pasar Klewer Belum Berjalan

10
BAGIKAN
Pasar Klewer. Foto : Taqaballah Ridho

SOLO – Penarikan retribusi bagi Pedagang Pasar Klewer sampai saat ini belum direalisasikan baik secara manual ataupun elektronik.

Padahal Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta sendiri telah menetapkan semua penarikan retribusi mulai diberlakukan sejak 1 Mei.

“Belum ada penarikan retribusi untuk pedagang. Itu baik e-retribusi atau secara manual,” terang Pejabat Humas Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK), Kusbani kepada wartawan, Rabu (3/5/2017).

Sejauh ini belum ada sosialisasi penarikan retribusi dari Pemkot. Bahkan alat pembayaran e-retribusi baru mulai dipasang, Selasa (2/5/2017) lalu.

Direncanakan ada tiga unit mesin electronic data capture (EDC) berbasis Near Field Communication (NFC) sebagai pendukung penerapan e-retribusi di tiap lantai.

“Kebanyakan pedagang itu belum tahu mesin itu. Belum ada sosialisasi dari Pemkot mengenai teknis pembayaran e-retribusi itu.” ungkapnya.

Diakuinya, jika pedagang itu belum siap jika harus menerapkan e-retribusi saat ini. Apalagi belum semua pedagang berjualan di pasar permanen.

“Kami sudah mengajukan permohonan untuk dibebaskan retribusi dulu selama tiga sampai enam bulan ke depan. Mayoritas pedagang itu belum terdata dan membuka rekening di bank rekanan untuk e-retribusi,” sambungnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Surakarta, Subagiyo menyatakan jika pendataan terhadap 3.055 pedagang Pasar Klewer yang merupakan sasaran e-retribusi butuh waktu tidak sebentar.

Karena pedagang harus membuka rekening tabungan dan menerima kartu e-money yang dibutuhkan untuk pembayaran menggunakan teknologi EDC berbasis NFC.

“Kami menargetkan, akhir Mei semua pedagang Pasar Klewer sudah terdaftar dalam e-retribusi. Memang awal-awal ini baru 10 persen saja. Jadi untuk sementara penarikan itu ada dua sistem, yakni secara elektronik dan manual,” tandasnya.

Ari Welianto