JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Penataan Kompleks Balaikota Surakarta Dimulai

    Penataan Kompleks Balaikota Surakarta Dimulai

    33
    BAGIKAN
    Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
    Ratusan siswa saat mengikuti Lomba Mewarnai bertajuk 1.000 Anak Mewarnai Bersama Pak Walikota Surakarta di Balaikota Surakarta, Minggu (26/2).

    SOLO – Proses penataan kompleks Balaikota Surakarta sudah mulai dilakukan (Pemkot) Surakarta. Pencopotan pagar kayu atau gebyog Pendapi Gede sudah masuk dalam proses lelang.

    Pengumuman lelang dilakukan Bagian Umum Setda Pemkot Nomor 0271/1.476 yang dimuat dalam laman resmi Pemkot.

    “Gebyog Pendapi Gede akan dibongkar, jadi nanti akan terbuka tidak ada dindingnya. Ini sudah dalam proses lelang,” ujar Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo kepada wartawan, Jumat (26/5/2017).

    Nantinya Pendapi Gede akan terbuka dan bisa dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan, seperti latihan tari.

    Setelah dibongkar itu nanti akan diberi ornamen tambahan untuk menguatkan kesan Jawa sehingga akan lebih menarik.

    “Itu akan kita kembalikan seperti pendapa Jawa pada umumnya tapi terbuka. Itu bisa untuk kegiatan-kegiatan masyarakat, seperti menari, gamelan atau ruang ekspresi. Itu mampu menampung sekitar 1.000 orang dan tidak panas,” ungkapnya.

    Pembongkaran ini juga akan selaras dengan rencana penataan kompleks balaikota, di mana pagar di depan juga akan dibongkar.

    “Sehingga nanti itu akan terlihat jelas dari Jalan Jenderal Sudirman kompleks Balaikota…Itu akan kelihatan dari Pasar Gede dan sebaliknya. Nanti akan menjadi ruang publik selama 24 jam,” kata Rudy.

    Sekadar diketahui bangunan Pendapi Gede bergaya khas Jawa yang sepenuhnya terbuat dari kayu berukir, mulai sakaguru, tiang penopang sampai pada struktur pusat langit-langitnya. Setidaknya ada 16 tiang penyangga, empat di antaranya Sakaguru.

    Bangunan Pendapi Gede saat ini berdiri dibangun setelah kebakaran 1999. Kemudian Peresmian Gedung Balaikota dilakukan 23 Desember 2002 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.

    “Itu kalau ada acara pasti sumuk dan panas. Padahal sudah ada AC (air conditioner), sehingga itu membuat ruangan tidak kondusif,” pungkas Sekretaris Daerah (Sekda) Surakarta, Budi Yulistianto menjelaskan alasan dibongkarnya gebyok Pendapi Gede.

    #Ari Welianto