JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Pendidikan Pendiri Kampus Bumi Bengawan Tutup Usia, Almarhum Bercita-cita Mendirikan Sekolah Murah

Pendiri Kampus Bumi Bengawan Tutup Usia, Almarhum Bercita-cita Mendirikan Sekolah Murah

88
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
PROF BROJO MENINGGAL – Kerabat dan anggota keluarga mengangkat peti jenazah Prof Dr HS Brodjo Sujono SH, MH, saat akan diberangkatkan dari rumah duka di kawasan Badran, Surakarta, Senin (8/5).

Dunia pendidikan kehilangan salah satu putra terbaiknya. Prof. Soemardjono Brodjo Sudjono yang merupakan Pendiri dari Kampus Bumi Bengawan (UNSA, STIA ASMI dan AKPARTA) tutup usia pada Minggu (7/5/2017) sekitar pukul 23.00 WIB di Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Surakarta.

Almarhum yang juga sebagai Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) Jawa tengah ini dimakamkan di Astana Pracimaloyo Solo, Senin (8/5/2017).

Ratusan pelayat pun terlihat memadati rumah duka yang berada di Jalan Tluki No. 5 Badran, Kottabarat, Laweyan, Solo. Menantu Almarhum, Poernomo Warasto mengaku tidak ada firasat apapun sebelum kematian mertuanya tersebut.

“Bapak sebelumnya sehat-sehat saja. Namun hari Minggu di bawa ke Rumah Sakit (RS) PKU dirawat beberapa jam di ICU kemudian Allah lebih sayang pada bapak dan memanggilnya,” terangnya saat ditemui di rumah duka, Senin (8/5/2017).

Poernomo menambahkan, ayahnya meninggal di usia 69 tahun. Dan sebelumnya tidak pernah mengeluh sakit. “Hasil diagnosis bapak sakit jantung dan paru-parunya ada cairan,” ujarnya.

Di mata Poernomo, sosok almarhum merupakan sosok figur yang tidak mudah marah dan selalu berbaik sangka dengan semua orang.

“Pokoknya saya sulit menemukan figur seperti bapak. Bapak ini diterima di semua kalangan dan tidak membeda-bedakan dalam bergaul,” imbuhnya.

Bahkan selama memimpin Kampus Bumi Bengawan, terdapat mahasiswa yang datang untuk meminta keringanan karena tidak bisa membayar uang kuliah.

“Bapak bilang biarlah mereka dari keluarga tidak mampu bisa kuliah siapa tahu dengan ilmu bisa menjadi bekal di masa depannya,” ujar Poernomo.

Lanjut Poernomo, satu harapan yang belum terwujud yaitu ingin memiliki sekolah murah. “Dengan sekolah murah tersebut bapak memiliki harapan bisa mencerdaskan anak-anak bangsa,” ujar Poernomo.

Sepeninggal Almarhum, pihak keluarga memiliki rencana untuk bisa merealisasikan keinginan dari almarhum.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana Unsa yang juga sebagai mantan Rektor Unsa, Margono mengaku kaget dengan kabar meninggalnya Pendiri Kampus Bumi Bengawan tersebut. “Kemarin masih ketemu, kaget dikabari kalau di ICU lalu wafat,” ujar Margono.

Margono mengaku bahwa almarhum merupakan tulang punggung institusi yaitu Kampus Bumi Bengawan (UNSA, STIA ASMI dan AKPARTA).

Margono menambahkan bahwa visi almarhum di dunia pendidikan sangat visioner. Bahkan tak hanya menjabat sebagai Ketua Aptisi Jawa Tengah, juga sebagai Pengurus Aptisi Pusat.

“Sehingga kami keluarga besar Kampus Bumi Bengawan sangat kehilangan sosok almarhum. Semoga kami yang ditinggal bisa meneruskan cita-cita mulia beliau,” pungkas Margono.

Sementara itu, Rektor Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Ravik Karsidi turut mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Pendiri Kampus Bumi Bengawan.

“Almarhum sangat peduli dalam pendidikan. Banyak amalnya di bidang pendidikan semoga almarhum Khusnul Khotimah,” ujar Ravik.

Dwi Hastuti