JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Penertiban SOP Feeder Batik Solo Trans Mulai Dilakukan

Penertiban SOP Feeder Batik Solo Trans Mulai Dilakukan

36
BAGIKAN
Joglosemar|Maksum Nur Fauzan
TERBUKA–Angkutan kota pengumpan (feeder) Batik Solo Trans beroperasi melintasi kawasan Klewer dengan kondisi kaca dan pintu terbuka, Jumat (5/5). Menurut Standart Operasional Prosedur (SOP) feeder tersebut samapi saat ini belum diaati oleh seluruh sopir dengan masih terbukanya jendela dan pintu padahal harus menyalakan pendingin mobil.

SOLO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta melakukan penertiban angkutan feeder Batik Solo Trans (BST) mulai pekan ini. Penertiban tersebut dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) feeder.

Kepala Dishub Kota Surakarta, Hari Prihatno menuturkan, penertiban sudah mulai berjalan pekan ini. Penertiban dilakukan setelah adanya sosialisasi SOP terhadap para pengemudi feeder.

“Sudah mulai berjalan, pemberian Surat Peringatan (SP) juga sudah dilakukan. SP diberikan untuk mengingatkan mereka agar beroperasi sesuai SOP. SP diberikan dengan cara pemanggilan ke kantor dan itu merupakan bagian dari evaluasi,” ujarnya, Senin (8/5/2017).

Diakui Hari, memang tidak mudah merubah kebiasaan para driver yang sebelumnya mengemudikan angkot tanpa prosedur baku. Kendati demikian, lanjut Hari, pihaknya akan terus berusaha maksimal agar operasional feeder BST sesuai SOP.

“Memang masih banyak pelanggaran yang tidak sesuai SOP. Misalnya penumpang masih duduk di pinggir pintu, atau feeder operasional dengan pintu terbuka. Namun secara umum lumayan sudah banyak perubahan,” terangnya.

Sebelumnya, Dishub Kota Surakarta melakukan sosialisasi terkait dengan penerapan Sandar Operasional Prosedur (SOP) yang sampai saat ini belum dijalankan sepenuhnya.

Dalam hal ini, Dishub menerima banyak laporan di lapangan tentang pelanggaran SOP feeder.

Jika dari hasil evaluasi ditemukan adanya pelanggaran SOP cukup berat yang dilakukan para driver kendaraan, tidak menutup kemungkinan armada dari Pemkot Surakarta akan ditarik dan diberikan kepada pihak lain yang bersedia menaati SOP.

“Namun sebelum ditarik ya tentu ada teguran-teguran, jika diketahui melanggar. Tapi kalau sudah berat, ya ditarik,” pungkas Hari.

#Triawati Prihatsari Purwanto