JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Pengadilan Negeri Wonogiri Naik Kelas, Hakim Masih Minim

Pengadilan Negeri Wonogiri Naik Kelas, Hakim Masih Minim

34
BAGIKAN
ilustrasi

WONOGIRI—Pengadilan Negeri (PN) Wonogiri kini telah resmi naik kelas dari dari IIA menjadi IB. Namun demikian, masih ada sejumlah kekurangan di PN Wonogiri.

Salah satunya terbatasnya jumlah hakim yang hanya ada sebanyak lima orang. Serta belum adanya ruang peradilan anak secara terpisah.

Ketua PN Wonogiri, Marliyus Marley Saputra berujar, institusi yang dipimpinnya sudah resmi naik kelas menjadi kelas IB. Hal ini lantaran banyak kemajuan yang dicapai PN Wonogiri.

Di antaranya aktif bersama Pemkab setempat dalam program pembangunan daerah. Contohnya, dalam upaya menekan tingkat kekerasan terhadap anak dan perempuan.

“Di Indonesia ada 102 pengadilan negeri yang berkelas IB,” ujar Marliyus, usai tasyakuran kenaikan kelas dan pencanangan pembangunan zona integritas bebas korupsi, Rabu (26/4/2017).

Dengan naik kelasnya PN Wonogiri, dikatakan Marliyus, pihaknya bertekad meningkatkan kualitas peradilan. Selain itu bakal memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.

Sayangnya, masih ada sejumlah kendala yang dihadapi PN Wonogiri. Salah satunya belum memiliki gedung atau ruang peradilan anak yang terpisah.

Padahal dengan sudah berkelas IB, semestinya harus terpisah. Pasalnya peradilan anak berbeda dengan peradilan umum. Ditambah sudah adanya Undang-undang Perlindungan Anak.

Tak hanya soal ruang peradilan anak, PN Wonogiri juga terkendala dalam jumlah hakim.

Marliyus menyebutkan saat ini jumlah total hakim hanya ada lima orang. Padahal jika mengacu pada angka ideal, minimal harus ada 15 orang hakim.

“Itulah kendala dan tantangannya. Kami harus bisa mengatasinya agar selalu bisa berkembang,” tandas Marliyus.

Aris Arianto