Perbup SOTK Perangkat Desa Masih Berpolemik, Pemdes Dilanda Kebimbangan

Perbup SOTK Perangkat Desa Masih Berpolemik, Pemdes Dilanda Kebimbangan

305
Perwakilan Pradja saat beraudiensi dengan Pansus DPRD soal polemik Perbup dan Penataan SOTK Pemdes di DPRD beberapa waktu lalu. Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN- Silang pendapat antara Bupati dan DPRD terkait penerbitan Peraturan Bupati (Perbup) No. 20/2017 tentang Stuktur Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan Desa (SOTK Pemdes), ternyata berdampak panjang. Tak hanya membuat situasi DPRD-eksekutif menegang,kontroversi soal Perbup itu juga membuat proses tahapan penyusunan Peraturan Desa (Perdes) SOTK dan penataan di masing-masing desa, menjadi sedikit terkendala.

Beberapa Pemdes mengaku masih belum berani melangkah lebih jauh dan memilih menunggu perkembangan serta instruksi dari atasan perihal penataan SOTK. Kades Cepoko, Kecamatan Sumberlawang, Ngadiman, mengungkapkan sebenarnya beberapa waktu lalu, seluruh Kades memang sudah mendapat sosialisasi soal pelaksanaan tahapan penataan SOTK oleh Bagian Pemdes Setda.

Baca Juga :  Lee Cong Wei dan Lin Dan Tumbang, Pebulutangkis Wonogiri Dikalahkan Pemain Nomor 1 Dunia

Kades-kades termasuk di Kecamatan Sumberlawang, juga sudah mulai melakukan tahapan penyusunan rancangan Perdes SOTK seperti yang diarahkan. Namun,menyusul polemik yang terjadi soal Perbup SOTK, saat ini para Kades di wilayahnya memang ikut gamang dalam mengambil langkah.

“Terus terang, desa sendiri juga agak bingung. Apalagi sempat muncul perbedaan hasil konsultasi ke Pemprov antara eksekutif dan DPRD itu. Kalau penyusunan Perdes sudah mulai jalan, tapi sementara kami menunggu perkembangan dulu. Belum berani melangkah lebih jauh sebelum ada instruksi dari atasan dalam hal ini camat,” paparnya Minggu (28/5/2017).

Soal penataan SOTK, pihaknya juga belum berani memulai sebelum ada instruksi resmi dari atasan. Padahal, ia mengakui di desanya, bahkan hampir semua desa di Sumberlawang, terdapat kekosongan perangkat desa.

Baca Juga :  Masyaallah, Nekat Ngamar di Bulan Ramadan, 9 Pasangan Mesum di Sragen Akhirnya Ditangkap

Senada, Kades Jambanan, Sidoharjo, Sugino Welly menyampaikan untuk Perdes SOTK, di desanya sudah mulai tersusun meski baru sebatas omah-omahane. Namun untuk wacana penataan dan penyesuaian kekosongan, belum berani melakukan karena belum ada instruksi dari atasan.

“Kami cooling down dulu sambil nunggu instruksi resmi dari atasan.Bagaimanapun kita yang dibawah harus tetap nunggu perintah atasan (Pak Camat dan Pemkab). Daripada melangkah nanti malah salah,” tegasnya. (#Wardoyo)

BAGIKAN