JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Peresmian Museum Keris Molor, Dewan Khawatir Kerusakan Makin Parah

Peresmian Museum Keris Molor, Dewan Khawatir Kerusakan Makin Parah

24
BAGIKAN
Pintu masuk Museum Keris. Foto : Maksum NF

SOLO – Komisi IV DPRD Surakarta mengaku kecewa dengan molornya peresmian Museum Keris yang rencananya dilakukan pada 20 Mei mendatang.

Pihaknya menilai Dinas Kebudayaan (Disbud) tidak konsisten dan berimbas pada kerusakan parah akibat bangunan yang mangkrak cukup lama.

Paparan eksekutif kepada dewan menyebutkan pembangunan museum dilakukan 2013 dan bakal diresmikan 2014. Hanya saja, rencana itu harus diundur karena belum selesai dibangun dan diperkirakan siap 2015.

“Saat itu diundur lagi karena lelang diorama tidak bisa terlaksana. Mundur hingga 20 Mei dengan alasan memperbaiki bangunan dan fasilitas. Tapi kami tambah kecewa lagi karena peresmian harus ditunda lagi. Ini justru bisa mangkrak dan fasilitasnya rusak,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Surakarta, Asih Sunjoto Putro kepada wartawan, Rabu (3/5/2017).

Menurut dia, apa yang dilakukan Pemkot dalam hal ini Disbud sudah melenceng dari perencanaan.

Mengenai alasan belum selesainya verifikasi keris oleh Tim Kurator, politisi PKS itu juga menilai jika selama ini sudah memberikan waktu satu tahun bagi tim itu untuk bekerja.

Joglosemar|Maksum Nur Fauzan
DIORAMA MUSEUM KERIS–Salah satu sudut diorama di Museum Keris Solo.

Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Surakarta, Reny Widyawati. Dikatakannya, perencanaan proyek Museum Keris kacau. Pasalnya, belum peresmian saja bangunan sudah harus diperbaiki.

“Tim kurator juga seperti itu. Ngapain saja selama ini karena keris sudah disimpan selama setahun. Padahal, masyarakat sudah menunggu ingin melihat seperti apa proyek senilai Rp 20 miliar itu,” tegasnya.

Bahkan, Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitarnya sudah ditata bagus. Namun, ternyata di internal bangunannya masih menyisakan masalah.

Hasil inspeksi mendadak jajaran Komisi IV DPRD Surakarta beberapa waktu lalu, ditemukan beberapa masalah di antaranya basement yang masih banjir, lift yang masih bermasalah lantaran lebih rendah dari pada lantai, keramik dinding yang terlepas, dan lainnya.

Murniati