JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Peringati 14 Tahun, Langen Beksan Nemlikuran Tampilkan 8 Tarian di SMKN 8...

    Peringati 14 Tahun, Langen Beksan Nemlikuran Tampilkan 8 Tarian di SMKN 8 Surakarta

    54
    BAGIKAN
    Tari Gambyong Retno Kusuma.
    Dok

    SOLO- Memperingati kiprah empat belas tahun berdirinya Komunitas Langen Beksan Nemlikuran (LBN) mengadakan pentas seni tari tradisi. Pada kesempatan itu ditampilkan delapan tari yang dilakukan oleh para empu dan penari profesional.

    LBN sejak awal berdiri merupakan komunitas yang di dalamnya terdiri dari para anggota yang merasa prihatin melihat kondisi tari tradisi yang kian tersisih. Semakin sedikit orang yang menguasai dan semakin sedikitnya ruang apresiasi untuk seniman tari tradisi. Oleh karenanya, beberapa orang pemerhati tari tradisi lantas membentuk komunitas yang tanggal pentasnya itu setiap tanggal 26.

    “Pada dasarnya kita berdiri ada tiga penyebab yang pertama yaitu krisisnya pakar keempuan di bidang tari tradisi, dua krisis ruang untuk berekspresi tari tradisi dan keinginan  membangun kontinuitas tari tradisi,” ujar Ketua Langen Beksan Nemlikuran, Daryono kepada wartawan pada saat Jumpa Pers di Wedangan Lydia Ngarsopuro, Rabu (24/5).

    Pada malam hari jadinya yang keempat belas yang dirayakan pada Jumat (26/5) bertempat di Pendapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 8 Surakarta ini akan ditampilkan 8 tarian. Total jumlah penari pada acara tersebut berjumlah 45 penari dan 35 penabuh gamelan atau pengrawit. Para penari terdiri dari para empu dan para seniman tari yang sudah menjiwai tari.

    “Para penari tari tradisi di LBN yaitu khusus bagi mereka yang sudah benar- benar menjiwai seni tari tidak sekedar hafal,” tutur Ketua Panitia Hari Ulang Tahun LBN ke 14, Bambang Suhendro.

    Bambang menjelaskan nantinya para penari yang akan tampil terdiri dari para empu dan mahasiswa. Adapun pada malam hari jadi nanti akan ada lima orang untuk menari Gambyong Retno Kusuma, sembilan orang penari Umbul Donga. Kemudian, sembilan orang penari Bedhaya Ela- ela, satu orang penari Gatut Kaca Gandrung, Tujuh orang penari 1879, Tujuh Orang penari Jejer Jaran Dawuk, dua penari Gelo Ganjret dan lima penari Kiprah Cakil.

    “Jenis tari yang ditarikan oleh empu ada dua yaitu tari Umbul Donga dan tari Gelo Ganjret,para empu tari kebetulan adalah para dosen di Institut Seni Indonesia  Surakarta” ungkapnya.

    Bambang mengungkapkan ini merupakan kali pertama perayaan hari jadi  dilakukan dengan cukup meriah. Menurutnya adanya bantuan dari Kementrian Kebudayaan Republik Indonesia,  membuat dia dan teman- teman ingin menampilkan sesuatu yang berbeda. Misal untuk jumlah materi tari yang ditampilkan ada delapan tarian padahal biasanya dia dan teman- teman hanya bisa menampilkan enam hingga tujuh tari tradisi.

     

    Sebagai komunitas non profit LBN memang tidak bisa memberikan upah dalam bentuk apapun kepada para penari yang tampil. Oleh karenanya pada awal-awal dengan susah payah para pendiri LBN jatuh bangun untuk bisa mengaktifkan komunitas ini. Sebuah prestasi yang membanggakan ketika banyak pihak yang bersedia tampil di event LBN tanpa diberi upah misal dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya bahkan hingga Bali. Saat ini event di LBN sudah full hingga Desember 2017.

     

    Kukuh Subekti