Peringati Dies Natalis ke-41 UNS, FIB Gelar Lomba Nembang Macapat

Peringati Dies Natalis ke-41 UNS, FIB Gelar Lomba Nembang Macapat

16

 

SOLO– Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNS menggelar lomba Nembang Macapat mahasiswa tingkat nasional, Selasa (23/5). Kegiatan ini merupakan rangkaian Dies Natalis ke-41 UNS. Lomba yang digelar di ruang seminar gedung 3 FIB dibuka oleh Ketua Dies Natalis ke-41 UNS, Joko Nurkamto, dengan didampingi oleh Wakil Dekan I FIB UNS Warto.

Macapat adalah tembang atau puisi tradisional Jawa. Dalam upaya untuk nguri-uri tradisi bangsa, UNS dan Prodi Sastra Daerah FIB mengadakan lomba Nembang Macapat tingkat nasional khusus mahasiswa.

“Di tengah-tengah hiruk-pikuk globalisasi yang menyebabkan para generasi muda cenderung menjauh dari kebudayaan sendiri, Prodi Sastra Daerah FIB UNS dan Panitia Dies Natalis ke-14 UNS nguri-uri kebudayaan sendiri. Nembang macapat tidak sekadar kesenian biasa tetapi di dalamnya mengandung pitutur luhur yang mampu mengandung nilai-nilai luhur yang luar biasa,” ungkap Joko Nurkamto.

Baca Juga :  Sumbangan SMA/SMK Meroket, Gubernur Jawa Tengah Diminta Lakukan Pengecekan

Ketua penyelenggara, Sisyono Eko Widodo, menambahkan, lomba diikuti oleh 16 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta dengan jumlah peserta 95 mahasiswa. 58 putri dan 37 putra. Para peserta berasal dari lima provinsi yakni DKI, DIY, Jateng, Jatim, dan Bali. Dengan lomba Nembang Macapat ini bisa menumbuhkan rasa dan meningkatkan apresiasi pada generasi muda terhadap budaya bangsa.

“Macapat tidak ketinggalan zaman artinya masih ter-update meskipun sudah sampai teknologi informasi yang sekarang semakin tinggi. Harapannya lomba ini tidak hanya di tingkat nasional tapi bisa ke tingkat internasional,” kata Sisyono.

Baca Juga :  Sumbangan SMA/SMK Meroket, Gubernur Jawa Tengah Diminta Lakukan Pengecekan

Leona Dwi Untari, peserta dari Universitas Indonesia mengaku baru pertama kali ikut kegiatan ini. Leona yang asli Kediri ini ingin belajar budaya Jawa, khususnya tembang macapat. “Lingkungan di UI tidak terlalu mendukung seperti lingkungan kampus yang memang terdapat di Jawa Tengah atau Yogyakarta. Leona mengaku menyanyikan macapat membutuhkan keahlian tersendiri. Itu sebabnya, selama satu bulan ia mempelajari tembang yang akan dibawakannya,” ujar gadis yang juga penyanyi pop ini. Dwi Hastuti

BAGIKAN