JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Peringati Hari Buruh, Sukoharjo Bagi-bagi Hadiah, Boyolali Dangdutan Bersama

Peringati Hari Buruh, Sukoharjo Bagi-bagi Hadiah, Boyolali Dangdutan Bersama

72
BAGIKAN
Ribuan buruh memperingati mayday dengan dangdutan bareng di Alun-alun Kidul, Kompleks Kantor Terpadu Pemkab Boyolali, Senin (1/5/2017). Foto : Ario Bhawono

SUKOHARJO—Ribuan buruh memperingati Hari Buruh atau May Day dengan berbagai cara, Senin (1/5/2017).

Di Sukoharjo, 3.000 buruh merayakan Hari Buruh bersama pemerintah termasuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dalam perayaan Hari Buruh dengan tema May Day is Happy Day itu dibagikan puluhan doorprize untuk para pekerja.

Di Boyolali, peringatan May Day dimeriahkan dengan pertunjukkan musik dangdut selain kegiatan sosial dan penyampaian aspirasi. Sejumlah buruh mengaku senang dengan peringatan hari buruh yang dimeriahkan hiburan musik.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo beserta Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono tampak bersemangat saat hadir dalam May Day di Alun-Alun Satya Negara, Sukoharjo.

Mereka turut membagikan berbagai macam doorprize seperti TV, kulkas, sepeda, kompor dan sebagainya untuk 3.000 buruh yang hadir.

Membuka acara, Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya mengucapkan selamat Hari Buruh kepada para peserta. Ia pun bersyukur selama ini buruh di Sukoharjo tetap tertib.

Adapun Ganjar berharap agar perusahaan dan karyawan bisa sama-sama berunding masalah kinerja dan upah penghasilan.

“Pengusaha dan buruh harus mau berunding. Kalau buruh mau meningkatkan produktivitas, maka perusahaan dan pemerintah yang kemudian akan memikirkan tambahan upah nantinya,”ungkapnya.

Ganjar mengaku tiap hari ia mendapatkan laporan soal kesejahteraan buruh.. Seperti fasilitas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang belum semua buruh mendapatkan.

“Kalau ada masalah laporkan saja. Demo itu tidak dilarang, tapi duduk bersama membahas jalan keluar mengenai segala permasalahan itu lebih baik,” tegasnya.

Sigit, salah satu karyawan PT Dan Liris, yang saat itu berhasil mendapatkan kulkas mengutarakan agar nasib buruh lebih diperhatikan.

“Alhamdulillah sampai saat ini saya belum sejahtera, Pak. Tapi kami akan tetap meningkatkan kinerja agar hasil kedepan juga lebih baik,”ucapnya kepada Ganjar.

Sementara itu, di Boyolali, alih-alih menggelar aksi demo, ribuan buruh justru bersantai menikmati hiburan pentas musik dangdut di Alun-alun Kidul, Kompleks Kantor Terpadu Pemkab Boyolali.

Diawali dengan kegiatan senam bersama Wakil Bupati Boyolali, M Said Hidayat dan sejumlah pejabat setempat, kemudian dilanjut dengan pentas dangdut hingga sore. Kegiatan lainnya, yakni donor darah yang juga diikuti dengan antusias para buruh.

“Antara karyawan dan perusahaan sama-sama saling membutuhkan, sehingga mari saling menjaga kondusifitas suasana untuk energi positif pembangunan Boyolali,” ungkap Said Hidayat.

Salah satu pekerja, Suwardi, mengaku senang dengan kegiatan ini. Menurut dia, dibandingkan dengan demo, hiburan seperti ini justru lebih positif. Selain gratis, dia juga bisa berlibur bersama keluarga. “Lebih baik seperti ini, bisa libur bareng keluarga. Kalau demo kan jadinya bukan liburan namanya,” kata warga Mojosongo tersebut.

Terpisah, Kabid Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial pada Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Dinkopnaker) Joko Susanto menyebutkan, kegiatan ini memang dirancang untuk memberikan hiburan bagi para buruh dalam rangka May Day.

“Ini juga hasil dari kesepakatan para pekerja untuk menggelar panggung hiburan,” papar dia.

Di sisi lain, momentum May Day tetap dimanfaatkan para buruh untuk menyuarakan aspirasi. Wakil Ketua I Forum Komunikasi Serikat Pekerja Nasional (FKSPN) Boyolali Dwi Raharjo menegaskan tuntutan para buruh di antaranya yakni mendorong peningkatan kesejahteraan buruh.

“Kami juga mendorong agar pembahasan Permen Ketenagakerjaan 1/2017 tentang struktur dan skala upah bisa dipercepat agar karyawan bisa mendapatkan hak yang sesuai masa kerja, skill, serta pendidikannya. Selain itu outsourcing harus segera dihapus,” tegas dia.

Ario Bhawono | Dynda Wahyu Wardhani