JOGLOSEMAR.CO Sport Sport Nasional Persis Solo Bakal Surati Komdis PSSI, Ada Apa ?

Persis Solo Bakal Surati Komdis PSSI, Ada Apa ?

484
BAGIKAN
Dok. Media Officer Persis Solo
KARTU MERAH—Wasit Bambang Sutiono memberi kartu merah kepada pemain cadangan Persis Solo Andriantono Ariza, saat protes kepada wasit di laga Persis Solo melawan Sragen United, Minggu (30/4).

SOLO—Persis Solo sukses meraih kemenangan dalam laga tandang pertama lanjutan babak grup 4 Liga 2, menghadapi Sragen United di Stadion Taruna, Sragen, Minggu (30/4/2017).

Kendati demikian, pertandingan tersebut menyisakan kekecewaan terhadap sang pengadil pertandingan. Manajemen pun berencana melayangkan surat pengaduan kepada Komisi Disiplin.

Dalam laga bertajuk Derby Surakarta itu, Persis Solo yang berstatus tim tamu unggul 1-0 lewat gol yang dilesakkan, Bayu Nugraha di menit 19.

Pertandingan pun berjalan panas di menit-menit akhir. Puncaknya, usai terjadi insiden di menit 84, yang menimpa penggawa Persis, Dedi Cahyono.

Saat itu, Dedi yang tengah menggiring bola menembus pertahanan Sragen United, berhasil dihentikan salah satu pemain tuan rumah.

Bola yang lepas pun berhasil diamankan kiper Andi Setiawan. Namun setelahnya, kaki Andi membentur kepala Dedi saat dia belum kembali berdiri.

Sempat kesakitan, pemain berposisi gelandang itu lantas tak sadarkan diri, sehingga harus dibawa ke rumah sakit. Alhasil, protes keras dilancarkan ofisial dan pemain Persis yang ikut masuk ke lapangan. Pertandingan pun terpaksa dihentikan sementara.

Dan lebih anehnya, wasit asal Malang, Bambang Sutiono, justru memberikan kartu merah kepada salah seorang pemain cadangan Persis yakni Andriantono Ariza, karena ikut masuk ke lapangan untuk protes. Sementara tidak ada sanksi untuk pemain Sragen United.

“Jelas kita tak akan tinggal diam. Saat ini kita tengah mengumpulkan bukti-buktinya, terkait rekaman video dan juga bukti foto. Segera kami ajukan ke Komdis (Komisi Disiplin) PSSI,” jelas Sekretaris Jenderal Persis, Langgeng Jatmiko kepada Joglosemar, Senin (1/5/2017).

Langgeng menerangkan, pengajuan aduan tersebut tak hanya untuk kiper Sragen United yang dinilai sudah tidak bermain sportif, namun juga untuk Panpel dan juga wasit yang memimpin pertandingan. “Kami berharap Komdis bisa bijak. Sudah saatnya fair play ditegakkan,” harapnya.

Puncak

Sementara, Pelatih Persis Solo, Widyantoro menilai, kepemimpinan wasit saat pertandingan di Sragen memang berat sebelah.

“Wasit yang memimpin luar biasa. Sudah pelanggaran, dan Dedi dihajar oleh kiper tapi dibiarkan oleh wasit. Belum lagi pemberian kartu merah kepada pemain kami juga salah. Wasit itu sebenarnya pintar, namun ada hal yang membuat dia tak pintar,” komentarnya.

Terlepas dari insiden saat pertandingan, kemenangan Persis Solo atas Sragen United tersebut membawa skuad Laskar Sambernyawa sementara memimpin klasemen grup 4.

Selanjutnya, Bayu Andra dan kawan-kawan akan kembali melanjutkan tandang ke markas Persiba Bantul, Sabtu (6/5/2017) mendatang.

Raditya Erwiyanto