JOGLOSEMAR.CO Sport Sport Nasional Persis Solo Ziarah Ke Makam RM Said, Pemain Diajak Teladani Semangat Pangeran...

Persis Solo Ziarah Ke Makam RM Said, Pemain Diajak Teladani Semangat Pangeran Sambernyawa

367
BAGIKAN
Dok. Persis Solo
ZIARAH—Tim pemain dan pelatih Persis Solo saat berada di kompleks Astana Giribangun Karanganyar untuk berziarah ke makam Pangeran Sambernyawa, Kamis (4/5).

Di tengah jeda waktu antarpertandingan di kompetisi Liga 2, jajaran maanjemen, pemain dan pelatih Persis Solo mengisinya dengan berziarah ke makam Raden Mas Said di kompleks Astana Giribangun, Karanganyar. Untuk apa?

Julukan Laskar Sambernyawa sudah sangat lekat dengan tim Persis Solo. Namun mungkin belum semua mengetahui alasan di balik lahirnya julukan tersebut, termasuk para pemainnya.

Selama ini, pemain maupun kebanyakan orang, hanya tahu Laskar Sambernyawa dari lagu yang kerap dinyanyikan suporter Pasoepati di setiap laga Persis.

Padahal ada makna di dalam penyematan julukan tersebut, yang seharusnya mampu menjadi penyemangat setiap penggawa Persis dan menyiutkan nyali setiap lawannya.

Memanfaatkan waktu libur latihan dan jeda antarpertandingan di kompetisi Liga 2, manajemen Persis Solo sengaja mengajak jajaran pelatih dan pemain untuk berziarah ke makam Kanjeng Gusti Pangeran Adipati (KGPA) Arya Mangkunegara I, atau yang juga disebut Raden Mas (RM) Said, yang terletak di kompleks Astana Giribangun, Karanganyar.

Mengenakan kaos berwarna kebanggaan merah, pelatih kepala Persis Solo, Widyantoro, bersama jajaran pelatih, juga pemain, sudah tiba di kompleks Astana Giribangun, Kamis (4/5/2017) sore.

Langkah kaki mereka pun langsung menuju ke salah satu bangunan makam, yakni makam RM Said yang juga dijuluki Pangeran Sambernyawa. Dari julukan beliau inilah, Persis Solo mendapatkan julukan Laskar Sambernyawa. Apa hubungannya?

Ternyata, julukan Pangeran Sambernyawa ini diberikan kepada RM Said oleh Nicolaas Hartingh, seorang gubernur VOC.

Beliau mendapatkan julukan tersebut lantaran di medan peperangan, RM Said selalu membawa kekalahan dan kematian bagi musuh-musuhnya.

Berawal dari kisah perjuangan Sang Pangeran Sambernyawa inilah, lantas Persis Solo yang juga merupakan tim asal Surakarta, menyematkan nama julukan Laskar Sambernyawa.

Dengan harapan, tim ini dengan para laskar atau pemainnya bakal membawa kekalahan bagi setiap tim yang menjadi lawan mereka.

Tak hanya itu, para pemain diharapkan dapat mengambil tauladan dari jiwa kesatria yang dimiliki Pangeran Sambernyawa. Yang dengan semangatnya, akan dapat selalu mengantarkan tim Persis pada kemenangan.

Momentum ziarah ini juga demi memberi asupan semangat kepada Bayu Andra dan kawan-kawan dalam melakoni pertandingan demi pertandingan di kompetisi Liga 2 musim ini.

“Sebelum ini saya pribadi belum tahu siapa Pangeran Sambernyawa itu. Saya hanya tahunya dari tulisan yang say abaca, kalah Pangeran Sambernyawa adalah RM Said. Setelah ziarah ini sekaligus saya ingin tahu di mana makam Pangeran Sambernyawa,” papar salah satu penggawa Persis Solo, Joko Prayitno.

Harapan kepada para pemain untuk bisa meneladani semangat dan perjuangan Sang Pangeran Sambernyawa yang selalu mengalahkan musuhnya ini juga disampaikan coach Widyantoro.

“Saya sebelumnya juga sudah pernah ke sini (makam RM Said) waktu tahun 2014 lalu. Ya intinya hanya berziarah. Mendoakan almarhum.”

“Tapi di samping itu juga tentunya ada pesan yang ingin disampaikan kepada para pemain. Yakni untuk menjadikan semangat beliau ini sebagai teladan anak-anak dalam bertanding. Semoga saja anak-anak jadi bisa semakin semangat. Itu akan kita lihat saat pertandingan di Bantul besok,” papar pelatih yang akrab disapa Wiwid ini.

“Kegiatan ini hanya sebagai ziarah saja. Agar teman-teman tim Persis Solo ini mengetahui bagaimana sejarah RM Said saat perjuangan sehingga minimal bisa berpengaruh pada teman-teman sebagai pemain sepakbola berjuang pada pertandingan,” tambah Sekjen Persis Solo, Langgeng Jatmiko.

Agni Vidya P