Pertama di Indonesia, Bayar Semua Pajak Daerah di Sragen Cukup Hanya Lewat...

Pertama di Indonesia, Bayar Semua Pajak Daerah di Sragen Cukup Hanya Lewat HP

414
LAYANAN E-PAJAK- Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati
didampingi Plt Kepala BPPKAD, Tatag Prabawanto dan Pimpinan Bank
Jateing Sragen, Bambang Heru Santoso saat meresmikan layanan E-Pajak di
kantor BPPKAD, Sabtu (27/5/2017).Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Pemkab Sragen kembali menggulirkan inovasinya di bidang teknologi pelayanan publik. Setelah pembuatan administrasi kependududukan (Adminduk) secara online, Pemkab melalui Badan Pengelolaan Pendapatan, Kekayaan dan Aset Daerah (BPPKAD) kembali merintis program E-Pajak atau pembayaran pajak daerah secara online.

Layanan itu resmi dilaunching oleh Bupati, Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama Pimpinan Cabang Bank Jateng Sragen, Bambang Heru Santoso, bersamaan dengan peringatan Hari Jadi ke-271 Sragen, akhir pekan lalu. Peresmian ditandai dengan pembukaan kantor layanan pajak daerah sebagai pusat informasi dan sistem E-Pajak yang ditempatkan dilantai pertama kantor BPPKAD Sragen.

“Ini memang yang pertama di Indonesia. Dengan E-Pajak ini, nantinya semua pajak daerah seperti Pajak Bumi Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan pajak daerah lainnya sudah terkoneksi secara online dengan Bank Jateng. Artinya wajib pajak (WP) tak perlu harus datang ke loket, tapi bisa bayar lewat HP dengan aplikasi yang sudah disediakan,” papar Plt Kepala BPPKAD, Tatag Prabawanto seusai launching.

Baca Juga :  Cerita Firasat Korban Tewas Tol Soker Asal Sragen. Beberapa Hari Sempat Roadshow Silaturahmi Saudara

Tatag yang juga Sekda Sragen itu menguraikan teknis pembayaran via E-Pajak yakni WP terlebih dahulu mendaftar untuk membayar pajak lewat aplikasi yang bisa didownload lewat HP. Setelah mendaftar, wajib pajak tinggal membayar lewat E-Banking atau dengan melalui anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Jateng yang ditunjuk sebagai mitra.

Dengan sistem ini, maka WP tidak perlu lagi harus antri atau jauh-jauh datang ke loket di Kantor BPPKAD.

“Kecuali kalau ada masalah terkait pajak, atau mungkin ingin mengajukan klaim, baru datang ke kantor pelayanan. Jadi yang ada di perantauan pun bisa membayar PBB tanpa harus pulang. Sistem ini memang didesain untuk mempermudah pelayanan dan menyingkat waktu,” jelasnya.

Baca Juga :  SKTM di SMAN 1 Sragen Dicurigai Bermasalah, BP2MK: Daftar Ulang Masih Bisa Dicoret

Sistem itu diharapkan bisa meningkatkan animo WP untuk membayar pajak. Dengan animo yang meningkat, realisasi pendapatan pajak daerah juga diharapkan terus meningkat antara 25 hingga 30 persen.

Ditambahkan, untuk tahun 2017 ini, target PAD dari sector pajak daerah dipatok sebesar RP 7 miliar. Meningkat Rp 2,5 miliar dari tahun lalu yang sebesar Rp 4,5 miliar.

Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengapresiasi positif inovasi itu. Ia berharap dengan adanya aplikasi E-Pajak itu bisa semakin mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat dan meningkatkan pendapatan pajak daerah. Wardoyo

BAGIKAN