JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Petani di Solo Keluhkan Pemutusan Saluran Irigasi

Petani di Solo Keluhkan Pemutusan Saluran Irigasi

28
Joglosemar | Maksum Nur Fauzan
TANAH LESTARI— Warga mencari rumput di area persawahan Sumber, Rabu (3/5/2017). Pemkot Surakarta tidak memberikan sistem pengairan di area persawahan tersebut.

KARANGASEM – Wakil Ketua Komisi II DPRD Surakarta Supriyanto menuding Pemkot sengaja memutus aliran irigasi ke sawah lestari sehingga berubah menjadi tadah hujan. Kondisi ini dikeluhkan sejumlah petani.

Data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) menunjukkan sawah teririgasi/ lestari pada 2015 seluas 127 hektare. Namun, setahun kemudian justru hilang menjadi nol. Hal itulah yang membuat geram Komisi II.

“Ya karena memang sengaja memutus aliran irigasi. Itu sudah dikeluhkan para petani di daerah Sumber. Dulunya, sawah mereka mendapatkan air irigasi. Namun, sejak empat tahun lalu para petani mengeluh dalam agenda serap aspirasi atau reses saya,” papar Supri kepada wartawan, Rabu (3/5/2017).

Lantaran dianggap sudah tidak sawah lestari, maka Pemkot pun memberikan izin untuk pengeringan dan pendirian bangunan di atasnya. Lahan sawah tersebut saat ini sebagian sudah berubah menjadi tanah kapling dan perumahan. “Ini berkaitan dengan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi dan Pemkot. Perda itu belum direvisi sehingga status sawahnya harusnya masih lestari,” katanya.

Dikatakan dia, Perda RTRW berlaku minimal lima tahun. Jika ada perubahan ya harus lewat revisi Perda RTRW. “Kalau memang Pemkot ingin mengubahnya tetap tidak bisa. Karena Dewan menginginkan Pemkot mempertahankan sawah lestari. Ini sudah kami sampaikan lewat rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota 2016,” tegasnya.

Menanggapi rekomendasi DPRD, Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo meminta Dewan untuk melihat definisi dari sawah lestari. Di mana, sawah lestari sebagai lahan pertanian yang mendapatkan aliran irigasi. “Kan di Solo sudah tidak ada sawah yang dialiri irigasi,” katanya. Kendati demikian, Rudy memberikan apresiasi kepada wakil rakyat yang sudah memberikan masukan. “Ini akan menjadi bahan masukan dalam pemerintahan ke depan,” kata dia. #Murniati

 

BAGIKAN