JOGLOSEMAR.CO Sport Sport Nasional Piala Soeratin 2017, Persis Junior Tersingkir di Menit Terakhir

Piala Soeratin 2017, Persis Junior Tersingkir di Menit Terakhir

92
BAGIKAN
Joglosemar | Maksum Nur Fauzan
PIALA SOERATIN 2017–Duel pemain Persis Solo Junior ketika menghadapi PSCS Cilacap dalam lanjutan Piala Soeratin 2017 di Stadion Sriwedari, Minggu (21/5).

SOLO—Keberuntungan tampaknya belum berpihak pada anak-anak Persis Solo Junior. Nyaris mengamankan tiket lolos ke babak semifinal Piala Soeratin 2017 zona Jateng setelah sempat unggul dua gol dari PSCS Cilacap Junior, impian Marsudi Sigit dan kawan-kawan kandas lantaran kebobolan di menit terakhir.

Perebutan satu tiket babak semifinal dari grup G ditutup dengan laga penuh drama yang tersaji di Stadion Sriwedari Solo, Minggu (21/5/2017) sore.

Membutuhkan kemenangan dengan selisih minimal dua gol, Persis Junior hanya bisa mengemas hasil 2-1 atas PSCS Junior.

Pada babak pertama pertandingan lanjutan babak 12 besar Piala Soeratin tersebut, tim tuan rumah setidaknya mendapat dua peluang menjebol gawang lawan. Namun bola hanya mengenai mistar gawang.

Persis Junior baru mencetak gol pertama pada menit 35, melalui kaki Johan Febriananta. Keunggulan 1-0 bertahan hingga jeda.

Butuh tambahan satu gol untuk memastikan tiket lolos, di babak kedua, pelatih Persis Junior Muhammad Nurhadi El Hamid mulai melakukan perombakan lini pemain untuk menjaga ritme serangan yang mulai menurun.

Akhirnya, gol yang dinantikan pun tercipta. Kali ini melalui sundulan Gunawan Satria yang meneruskan tendangan bebas Tekad Saputro di menit 85, membuat Persis Junior unggiul 2-0.

Memasuki masa injury time, ternyata keberuntungan justru berbalik berpihak pada tim tamu. Di menit 90+1, PSCS Junior berhasil mengemas satu gol lewat Faisal Safatulloh, dan mengubah skor jadi 2-1 yang bertahan hingga akhir laga.

Meski hasil pertandingan dimenangkan Persis Junior, namun catatan di klasemen akhir grup G berkata lain. Tiga tim, yakni Persis, PSCS dan PSIS Semarang Junior, sama-sama mengoleksi poin 6, hasil dua kemenangan.

Mengacu pada regulasi kompetisi, penentuan peringkat pertama pun harus melihat sejumlah poin dan sampai pada catatan gol tandang, di mana PSCS Junior lebih diuntungkan karena mengemas dua gol tandang, sedangkan dua tim lainnya hanya memiliki satu gol tandang. Hasil itulah yang lantas mengantarkan PSCS Junior jadi tim yang berhak mewakili grup G ke semifinal.

Lengah

Hasil tersebut tak pelak membuat para pemain dan pelatih Persis Junior kecewa. “Dari permainan anak-anak sebenarnya sudah memuaskan, cuma memang di menit akhir anak-anak lengah,” ungkap Memet, sapaan akrab pelatih Persis Junior seusai laga.

Sementara dari tim PSCS Junior, sang pelatih, Heru Santoso mengaku timnya sempat pasrah saat kebobolan untuk kali kedua.

“Tapi inilah sepakbola. Jangan menyerah sebelum wasit benar-benar meniup peluit tanda selesai pertandingan. Saya juga sangat mengapresiasi anak-anak di lapangan yang tidak menyerah sampai akhir. Ini prestasi luar biasa dari anak-anak,” paparnya.

Kepastian lolosnya PSCS Junior diperkuat pernyataan Komite Kompetisi Asprov PSSI Jateng, Putut Wibowoadi, yang menegaskan PSCS unggul melalui perhitungan head to head, baik dengan Persis maupun PSIS Junior.

“Di aturan kita ambil poin terbanyak dulu, baru head to head, kemudian jumlah gol. Persis di Cilacap kalah 1-0 dan di Solo menang 2-1, artinya PSCS unggul gol away. Sedangkan dengan PSIS, kondisinya sama, di Cilacap kalah 1-0 dan di Semarang menang 2-1,” paparnya.

Agni Vidya P