JOGLOSEMAR.CO Sport Piala Sudirman 2017: Catatkan Rekor Terburuk, CDM Bantah Sempat Remehkan India

Piala Sudirman 2017: Catatkan Rekor Terburuk, CDM Bantah Sempat Remehkan India

47
BAGIKAN

 

Antara | Rosa Panggabean
TAKLUK—Ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon (kiri) dan Kevin Sanjaya Sukamuljo (kanan) kecewa usai kalah dari pasangan Denmark dalam babak kualifikasi grup Piala Sudirman 2017, Rabu (24/5/2017).

GOLD COAST—Meski berhasil memenangi pertandingan kedua babak kualifikasi melawan Denmark, namun skor 3-2 tak cukup membawa Indonesia lolos ke babak perempatfinal Piala Sudirman 2017 di Gold Coast, Australia. Hasil ini jadi catatan terburuk yang diraih Indonesia di ajang dua tahunan tersebut.

Diharuskan menang telak atau minimal unggul 4-1 dengan catatan unggul game, kontingen Merah Putih ternyata hanya mampu memenangi tiga dari lima partai melawan unggulan kedua, Denmark, Rabu (24/5/2017).

Sempat unggul di partai ganda campuran lewat Praveen Jordan/Debby Susanto dan tunggal putra yang menurunkan Anthony Sinisuka Ginting, Denmark merebut partai ganda putra dengan mengalahkan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya.

Fitriani di tunggal putri sempat mengamankan keunggulan jadi 3-1, namun sayangnya, Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang turun di ganda putri harus takluk dan menutup pertandingan dengan kemenangan Indonesia hanya 3-2.

Kegagalan melangkah dari babak kualifikasi pertama kali yang dialami Indonesia ini tak lepas dari hasil buruk pada pertandingan pertama melawan tim beregu India, di mana Tontowi Ahmad dan kawan-kawan dibuat bertekuk lutut dengan skor 1-4.

Banyak pihak lantas menyayangkan kekalahan tersebut dan mengaitkannya dengan lini pemain yang diturunkan Indonesia yang seolah meremehkan lawan. Namun hal tersebut disangkal Chef de Mission (CdM) Indonesia, Achmad Budiharto.

“Saya sebagai CdM memohon maaf kepada semua pecinta bulu tangkis Indonesia di Tanah Air dan di mana pun berada, kita tidak bisa pulang membawa Piala Sudirman, dan yang paling memprihatinkan adalah kita sudah tersisih di babak kualifikasi grup, dan ini sama sekali di luar dugaan,” ujar Achmad Budiharto, dilansir dari laman badmintonindonesia.org, Kamis (25/5/2017).

“Tidak ada terpikir sama sekali oleh tim saat menyusun line up untuk menyepelekan India. Justru kita sangat berhitung, karena di hari pertama kami melihat kesiapan kondisi dan mental atlet-atlet kita. Beberapa pemain kita itu tidak dalam kondisi yang siap tempur, para pelatih memutuskan mereka yang betul-betul siap untuk bertempur di hari pertama itu yang kami turunkan, jadi tidak ada sama sekali unsur menyepelekan,” lanjutnya.

Agni Vidya P