JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Pil Koplo Marak di Sragen, Polisi Didesak Tembak Bandar

Pil Koplo Marak di Sragen, Polisi Didesak Tembak Bandar

371
Ribuan butir pil koplo milik bandar Aji Pramono yang diamankan tim Satres Narkoba Polres Sragen, Jumat (26/5/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN—Maraknya peredaran obat-obatan terlarang maupun pil koplo di kalangan pelajar di Sragen, membuat sebagian warga geram. Berbagai desakan untuk hukuman berat terhadap pengedar dan bandar mulai disuarakan.

Rata-rata mendesak agar aparat menindak tegas bahkan berani menembak para pengedar atau bandar pil koplo yang tertangkap. Tindakan itu dianggap layak diberikan mengingat aktivitas peredaran pil koplo ke kalangan pelajar saat ini dinilai sangat membahayakan.

“Saya sepakat kalau pas ditangkap ditembak saja. Entah mati atau tidak, yang penting ditembak. Biar memberi efek jera. Karena peredaran pil koplo di kalangan pelajar Sragen ini sudah mengkhawatirkan. Sudah banyak anak SMP dan SMA sekarang jadi korban pil koplo. Buktinya, banyak bandar dan pengedar tertangkap, masih terus ada yang bermunculan,” ungkapnya Indarjo (46), salah satu warga Karangmalang, Senin (29/5/2017).

Ia memandang pengedar atau bandar pil koplo tak ubahnya pengedar narkoba, sehingga layak pula dihukum berat seperti halnya tersangka narkoba.

Bahkan, menurutnya, pengedar pil koplo jauh lebih berbahaya karena sasarannya adalah pelajar. Dan di Sragen, korban-korban pil koplo sudah merata hingga ke pelosok-pelosok perdesaan.

“Demi generasi kita ke depan. Saya juga punya anak dan bersekolah. Siapa yang nggak khawatir tiap hari ada bandar pil koplo yang berkeliaran. Apa jadinya kalau generasi kita dirusak oleh obat-obatan seperti itu. Iya sekarang masih tarafnya pil koplo, saya yakin pelan-pelan nanti kalau sudah kecanduan akan bisa naik ke narkoba,” tuturnya.

Senada, Joko (48), warga Pelemgadung, juga mengaku resah dengan maraknya peredaran obat-obatan terlarang yang menyasar kalangan pelajar.

Ia pun berharap aparat kepolisian lebih serius memberantas peredarannya tak hanya sebatas di pengedar, namun juga dibersihkan hingga bandarnya.

“Kalau perlu dihukum mati saja. Karena akibat pil koplo yang mereka edarkan, pelajar jadi rusak. Padahal pelajar itu harapan dan masa depan orangtua,” tukasnya.

Menanggapi hal itu, Kasat Narkoba Polres Sragen, AKP Joko Satriyo Utomo menilai permintaan warga tidak bisa mewakili atas sebuah putusan hakim dan tahapan proses hukum yang memang harus dilalui.

Menurutnya, secara tugas pokok dan fungsi (tupoksi), penyidik kepolisian tugasnya mengumpulkan bukti guna menentukan tersangkanya, jaksa membuktikan di sidang, dan hakim yang memutuskan.

“Kalaupun hakim memutus hukuman mati, masih ada upaya banding, kasasi, hingga PK dan grasi,” paparnya. Namun, ia menegaskan, Polres Sragen tetap berkomitmen untuk terus memberantas sel-sel peredaran narkoba maupun pil koplo.

Wardoyo

BAGIKAN