JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Polda-Dishub Periksa Bus Pariwisata di Sragen

Polda-Dishub Periksa Bus Pariwisata di Sragen

296
BAGIKAN
JOGLOSEMAR/Wardoyo
CEK KELAIKAN- Tim Ditlantas Polda Jateng bersama Penguji Penyelia UPTD PKB Dishub Sragen, Junaedhi saat melakukan pengecekan kondisi kelaikan bus Pariwisata di tempat parkir milik PO Bus Harta Sanjaya, Masaran, Rabu (3/5).

SRAGEN – Maraknya kecelakaan PO Bus Pariwisata yang merenggut banyak korban beberapa waktu terakhir, mendapat atensi dari jajaran Polda Jateng dan Dishub Sragen.

Meski insiden kecelakaan terjadi di luar daerah, kedua jajaran itu langsung bergerak melakukan pemeriksaan mendadak terhadap bus-bus pariwisata yang ada di Sragen.

Pemeriksaan yang dipimpin tim dari Ditlantas Polda Jateng itu dipusatkan di PO Bus Harta Sanjaya Masaran, Rabu (3/5/2017).

Bus yang diperiksa tidak hanya milik PO Bus Harta saja namun juga ada bus dari PO Mepsa, dan Buah Hijau yang selama ini menyediakan bus wisata di Sragen.

Kepala Dishub Sragen, Muhari melalui Penguji Penyelia Unit Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB), Junaedhi, mengungkapkan, pemeriksaan dilakukan untuk mengecek kondisi kelaikan bus-bus yang diobyekkan untuk angkutan wisata tersebut. Namun dari bus yang diperiksa, rata-rata masih dalam kondisi bagus.

“Rata-rata bus yang dicek kemarin kondisinya masih bagus-bagus semua. Nggak ada temuan onderdil yang tidak laik. Tapi pengemudi dan pemilik PO-nya kita beri pemahaman mana-mana onderdil yang sangat penting,” paparnya, Rabu (3/5/2017).

Selain pengecekan kelaikan, tim juga mengumpulkan sekitar 30 pengemudi bus pariwisata serta beberapa pemilik PO di atas. Mereka dikumpulkan untuk diingatkan pentingnya kelaikan kendaraan utamanya untuk angkutan orang.

Hal itu dimaksudkan untuk mencegah insiden kecelakaan yang baru-baru ini menimpa dua bus pariwisata di Jawa Barat.

Terkait fungsi pengawasan dan pengujian, Junaedhi menegaskan untuk UPTD PKB Sragen sudah jauh-jauh hari memberikan prioritas lebih terhadap uji kelaikan bus angkutan orang.

Jika memang tidak memenuhi persyaratan, atau ada onderdil yang tidak sesuai spesifikasi, penguji juga tidak meluluskannya.

“Sparepart harus dipastikan standar. Kalaupun pakai modifikasi atau yang palsu pasti akan ketahuan. Biasanya langsung kita sampaikan dan tidak akan kita luluskan. Gara-gara banyak berita kecelakaan bus pariwisata itu, petugas uji kami juga ketakutan dan lebih ketat lagi. Karena kalau ada kecelakaan mesti arahnya ke KIR,” jelasnya.

Wardoyo