Polisi Endus Jaringan Sabu Kalangan Eksekutif di Sragen

Polisi Endus Jaringan Sabu Kalangan Eksekutif di Sragen

457
ilustrasi penangkapan di Sragen. Foto : Joglosemar

SRAGEN—Tim Satres Narkoba Polres Sragen mengungkap fakta baru soal indikasi jaringan peredaran dan pemakai sabu kalangan eksekutif atau kelas atas di Sragen.

Fakta itu terungkap menyusul tertangkapnya pengusaha sekaligus mantan caleg DPRD Sragen dari Nasdem, Dwi Aprianto Karuniawan alias Iwan (36) saat bertransaksi sabu, Kamis (18/5/2017) petang.

Kasat Narkoba Polres Sragen, AKP Joko Satriyo Utomo mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan terhadap Iwan, tim mendapati fakta bahwa ada indikasi peredaran sabu di kalangan eksekutif di Sragen, termasuk tersangka asal Dukuh Randurejo RT 10 RW III, Desa Puro, Kecamatan Karangmalang itu. Indikasi diketahui dari temuan adanya alat isap (bong) milik tersangka yang termasuk bukan kelas biasa.

“Bongnya itu memang cukup mewah dan menunjukkan kelasnya bukan pemakai biasa. Tersangka ini kan pengusaha minimarket dan kontraktor juga. Jadi agak wajar kalau alat isapnya pun beda dengan kebanyakan. Ini yang masih kami selidiki, karena dimungkinkan memang ada jaringan pemakai papan atas atau kalangan spesial lainnya,” ungkapnya, Jumat (19/5/2017).

Baca Juga :  INFO MUDIK TOL SOKER: Ini Jenis Kendaraan Yang Dilarang Melintas di Tol Soker!

Untuk menguak indikasi jaringan sabu kalangan jetset itu, Joko menguraikan, saat ini tim masih mengintensifkan penyelidikan.

Ia juga menyebut sudah ada beberapa indikasi yang mengarah pada kelompok eksekutif tertentu di Sragen yang ditengarai juga ikut terlibat sebagai pengguna sabu.

Namun karena kepentingan penyelidikan, ia masih merahasiakan kelompok eksekutif yang kini tengah dibidik tersebut. Lebih lanjut dijelaskan, terkait penangkapan Iwan, penyidik sudah menetapkan pasal yang akan dijeratkan yakni pasal 112 subsider 127 UU No 35/2009 tentang narkotika. “Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara, minimal empat tahun,” tukasnya.

Sementara, berdasarkan keterangan tersangka saat diperiksa, candu haram yang ditemukan saat penggerebekan, dibeli seharga Rp 650.000.

Saat dicecar dari mana asal paket sabu itu, tersangka berusaha menutupi informasi dengan memberi keterangan yang berbelit serta berubah-ubah.

Menurut pengakuan tersangka, sabu yang dibawanya itu hendak dipakai sendiri. Joko menambahkan, tersangka memang dikenal sudah lama menjadi pengguna.

Baca Juga :  Rumah Dinas Wabup Sragen Bakal Dipindah

Namun, soal indikasi turut mengedarkan, sejauh ini belum ada bukti yang memperkuat keterlibatannya sebagai pengedar.

“Dia sempat nyebut dapat barang dari teman, lalu dikirim dari Jakarta. Ya begitu terus, agak menutupi dan keterangannya berbelit,” urai Joko.

Di sisi lain, Ketua DPD Partai Nasdem Sragen, Giyanto membenarkan tersangka memang sempat nyaleg dari Nasdem pada Pileg 2014 lalu.

Kala itu yang bersangkutan meraih suara sekitar 3.500 dan nyaris meraih kursi sebelum akhirnya tersingkir dalam perebutan kursi sisa suara.

Namun ia memastikan yang bersangkutan tidak duduk dalam kepengurusan Partai Nasdem Sragen. Ia juga menegaskan saat ini yang bersangkutan tidak lagi ada kaitannya dengan partai milik Surya Paloh tersebut.

“Itu dulu dan dia hanya nyaleg saja, tidak masuk kepengurusan. Sehingga kami pastikan sekarang sudah nggak ada sangkut pautnya lagi dengan Nasdem,” jelasnya.

Wardoyo

BAGIKAN