JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Polisi Solo Bubarkan Aksi 1.000 Lilin untuk Negeri di Manahan

Polisi Solo Bubarkan Aksi 1.000 Lilin untuk Negeri di Manahan

75
BAGIKAN

SOLO – Aksi Kidung untuk Negeri 1.000 Lilin bagi Indonesia Tercinta di sejumlah lokasi di Kota Solo dibubarkan polisi, Minggu (14/5/2017) petang. Aksi yang akan digelar di depan kompleks Balaikota Surakarta atau titik nol Kota Solo dan Plaza Manahan dianggap polisi tidak memiliki izin.

“Sesuai undang-undang yang berlaku, bagi siapa saja yang ingin menyampaikan aspirasi harusnya mengajukan permohonan izin terlebih dahulu. Selain itu, sesuai dengan undang-undang tidak diperbolehkan menggelar aksi pada malam hari. Sesuai dengan ketentuan, aksi diizinkan mulai pukul 06.00-18.00” terang Kabag
Ops Polresta Surakarta Kompol Arief Djoko S mewakili Kapolresta Surakarta AKBP Ribut Hari Wibowo kepada Joglosemar di depan Balaikota Surakarta, Minggu (14/5) petang.

Kompol Arief menambahkan, pihaknya memastikan tidak ada gejolak perlawanan oleh massa. Menurut dia, saat polisi memberikan imbauan agar massa diminta membubarkan diri, massa langsung mengikuti imbauan polisi. “Kami tegaskan, kami tidak melarang semua elemen masyarakat yang hendak menggelar aksi asalkan sebelumnya telah mendapat izin dari kepolisian,” imbuh Kompol Arief.

Pantauan di lapangan baik di area Plaza Manahan maupun di area Balaikota Surakarta, masa mulai datang di lokasi itu sejak pukul 18.00 WIB, Minggu (14/5/2017). Di depan kompleks Balaikota Surakarta, massa sempat menggelar aksi dengan menyanyikan sejumlah lagu-lagu nasional dan perjuangan.
Setelah ada sekitar 20 orang yang hendak menyalakan lilin, polisi langsung memberikan imbauan agar massa membubarkan diri. Puluhan massa yang mayoritas mengenakan busana dominan warna hitam langsung membubarkan diri. Kepada Joglosemar, Tio, salah satu peserta aksi, mengaku tidak mempermasalahkan pembubaran aksi oleh pihak kepolisian. “Kami telah mematuhi imbauan dari pihak kepolisian dan tidak ada aksi ataupun gejolak perlawanan,” terang Tio.

#Satria Utama