JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Polisi Ungkap Peredaran Tembakau Gorila di Karanganyar

Polisi Ungkap Peredaran Tembakau Gorila di Karanganyar

109
Ilustrasi

KARANGANYAR-Peredaran tembakau sintetis atau tembakau gorila terungkap. Kepolisian Resor Karanganyar meringkus pengedar sekaligus pengguna tembakau gorila. Nugroho Adji Putro, waega Wonorejo, Gondangrejo, ditangkap SatNarkoba Polres Karanganyar lantaran terbukti mengedarkan tembakau gorila di sejumlah wilayah di Kabupaten Karanganyar. Ironisnya, konsumen dari Nugroho mayoritas para pelajar setingkat SMA/SMK. Menurut Kasat Narkoba Polres Karanganyar, AKP Suharno, penangkapan di depan salah satu toko swalayan di wilayah Colomadu Karanganyar pada awal bulan Mei lalu. “Dari tangan tersangka kami berhasil mengamankan 7 linting tembakau gorila. 4 linting dimasukan ke dalam bungus rokok, sedangkan tiga linting dimasukan ke dalam saku jaket. Polisi juga mengamankan sebuah sepeda motor Yamaha Vega R warna merah pelat nomor AD 6063 EP,” terang AKP Suharno.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, tersangka kesehariannya bekerja sebagai pegawai di salah satu perusahaan percetakan dan sablon di Karanganyar. Para konsumen yang rata-rata masih berusia remaja dan berstatus pelajar memesan kepada tersangka melalui pesan singkat (sms). Tersangka mengaku mendapat stok tembakau gorila dari temannya di Kartasura. Melalui jejaring konsumennya dari kalanga pelajar, pelaku menjual delapan linting dijual Rp 200 ribu. Jika dijual eceran dijual dengan harga Rp40.000- Rp45.000.

“Kami akan terus melakukan pengembangan penyidikan untuk mengungkap jaringan-jaringan pengedar tembakau gorika. Tersangka dijerat menggunakan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Permenkes Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika. Ancaman hukumannya penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun. Denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar,” tandas AKP Suharno.
Suharno juga menjelaskan, tembakau sintetis mengandung zat adiktif atau tembakau gorila menimbulkan efek ketagihan dan halusinasi.
“Dari hasil pemeriksaan test urine dari tersangka positif mengonsumsi zat adiktif itu. Konsumsi kandungan zat 5-Fluora-ADB di dalam tembakau gorila menimbulkan efek kecanduan dan halusinasi,” imbuh dia.
Satria Utama

BAGIKAN