Polres Karanganyar Akan Jemput Paksa Enam Tersangka Kekerasan Diksar UII

Polres Karanganyar Akan Jemput Paksa Enam Tersangka Kekerasan Diksar UII

43
Rekontruksi Kasus Penganiayaan saat Diksar Mapala UII . Foto : Satria Utama

KARANGANYAR – Enam tersangka baru dugaan tindak kekerasan dalam pelaksanaan Pendidikan Dasar Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta akan dijemput paksa oleh penyidik Polres Karanganyar.

Penjemputan paksa akan dilakukan setelah enam panitia Diksar Mapala UII lagi-lagi mangkir dari pemeriksaan sebagai tersangka kasus kekerasan yang menewaskan tiga peserta dan mengakibatkan 34 korban luka-luka.

Jumat (19/5/2017) kemarin keenam tersangka tidak menghadiri jadwal pemeriksaan di Polres Karanganyar.

Baca Juga :  Colomadu Dinilai Paling Rawan Kekurangan Air

Bahkan, sejak panggilan pertama, Senin (15/5/2017) lalu, enam tersangka maupun penasihat hukumnya tidak menunjukkan sikap kooperatif kepada tim penyidik Polres Karanganyar.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak menjelaskan setelah pihaknya menunggu hingga sore para tersangka kembali tidak memenuhi panggilan tim penyidik Polres Karanganyar.

Ia menegaskan, tidak hadirnya para tersangka pada panggilan kedua, tim penyidik segera menyiapkan langkah penyidikan selanjutnya.

Baca Juga :  Rayonisasi Diterapkan, Empat SMAN di Karanganyar Jadi “Korban”

“Jumat kemarin merupakan panggilan kedua terhadap enam tersangka. Hingga sore para tersangka tak datang untuk memenuhi panggilan penyidik. Selanjutnya kami siapkan langkah penyidikan selanjutnya. Tidak menutup kemungkinan bakal dilakukan penjemputan paksa,” terang Kapolres, Jumat (19/5/2017).

Menurut Ade Safri, sesuai koridor hukum, pemanggilan terhadap para tersangka hanya dua kali. Selanjutnya tidak menutup kemungkinan bakal dilakukan penjemputan paksa. Hal itu agar proses penyidikan dapat berjalan efektif.

1
2
BAGIKAN