Polres Sragen Pastikan Kasus Postingan “Polisi Pek**” Berlanjut

Polres Sragen Pastikan Kasus Postingan “Polisi Pek**” Berlanjut

303
ilustrasi

SRAGEN—Polres Sragen menyatakan sudah memeriksa secara resmi sedikitnya delapan orang saksi dalam kasus dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik lewat postingan “polisi pekok” di media sosial yang melibatkan terlapor, anggota LSM Keluarga Besar Relawan Pengawal Perubahan Sragen (KBRPPS), Warsito.

Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso melalui Kasat Reskrim AKP Supadi mengatakan, proses penanganan kasus yang dilaporkan oleh Kepala Pos Lalu Lintas (Kapos Lantas) Gemolong, Aiptu Haryanto itu masih terus dilakukan.

Menurutnya, sebagai bentuk keseriusan, penyidik telah memanggil dan memeriksa sedikitnya delapan orang saksi. Hasil pemeriksaan juga langsung dibuat berita acara pemeriksaan (BAP).

“Sudah mulai diperiksa, kalau enggak salah jumlahnya sudah ada delapan saksi. Sudah mulai dibuat BAP-nya juga,” ungkapnya, Rabu (3/5/2017).

Supadi memastikan penyidik hanya menjalankan proses sesuai prosedur. Sebaliknya, pihaknya berharap kasus itu bisa menjadi pembelajaran kepada siapa pun agar senantiasa menaati prosedur dalam menyampaikan aspirasi.

Baca Juga :  Armada Mudik Lebaran, Bupati Juliyatmono Imbau Pengusaha Bus Patuh

“Kalau menyampaikan aspirasi kan ada prosedur dan jalurnya. Tidak boleh menyinggung perasaan orang lain, apalagi itu sampai mengarah pada institusi,” urainya.

Sebelumnya, ia menyampaikan, langkah tegas dilakukan lantaran postingan “polisi pekok” dan beberapa kalimat bernada menyudutkan petugas yang memeriksa kendaraan, yang diunggah terlapor sudah bentuk penghinaan secara institusi kepolisian.

Meski tidak ada kerugian materiil, postingan itu dinilai jauh merugikan secara imateriil karena mengarah pada penghinaan institusi kepolisian secara umum.

Bahkan, untuk perkara ini, pihaknya sudah menyiapkan pasal yang berat pada UU ITE. Yakni pasal 51 yang ancaman hukumannya maksimal sampai 12 tahun penjara.

Baca Juga :  81 Mesin Pabrik Indo Gula Sambungmacan Dibobol, Kerugian Rp 750 Juta

Seperti diberitakan, dugaan penghinaan itu bermula dari laporan Kaposlantas Gemolong Aiptu Hariyanto akhir pekan lalu. Ia melapor ke Polres karena merasa tidak terima dan menilai apa yang diunggah di medsos oleh Warsito adalah tidak benar.

Postingan itu bertuliskan “Heboh polisi minta motor, STNK, kunci didaerah lemah putih, Jl.kec gemolong kab sragen. Kejadian jam 09.30 wib yang dipimpin bpk.Haryanto yang dulu pernah dipolres sebagai baur SIM. Monggo dipun share lebih dari 1000…saya An.ORMAS LSM KBRPPS ”

Menurut Aiptu Hariyanto, ada kalimat “polisi pekok” di belakang postingan itu yang dianggap  menghina institusi Polri. Sementara, Warsito tidak menampik memang menulis postingan itu, namun soal kalimat “polisi pekok” ia merasa tak menulisnya.

Wardoyo

BAGIKAN