Polsek Gemolong Bekuk Sindikat Pencurian Burung di Sragen, Dua Masih Pelajar SMP...

Polsek Gemolong Bekuk Sindikat Pencurian Burung di Sragen, Dua Masih Pelajar SMP dan SMA

223
PENCURI BURUNG—Kapolsek Gemolong AKP Supadi (tiga dari kiri) bersama tim Polsek merilis tiga pelaku pencurian burung beserta barang bukti di Mapolsek, Minggu (21/5). Foto : Wardoyo

SRAGEN—Tim Polsek Gemolong mengungkap jaringan sindikat pencurian burung yang digawangi tiga pelaku.

Ironisnya, dari tiga pelaku yang diamankan, dua di antaranya diketahui masih pelajar yang duduk di bangku SMP dan SMA.

Tiga pelaku yang diringkus itu masing-masing Toni Kuncoro (20) warga Kalangan Jago RT 4, Desa Kalangan, Kecamatan Gemolong bersama CAT (14) pelajar SMP asal Dukuh Sentanan RT 12, Kalangan, dan ANW (16) pelajar SMA asal Karangtalun RT 14, Desa Sambiduwur, Kecamatan Tanon.

Kapolsek Gemolong AKP Supadi mengungkapkan, ketiganya ditangkap secara terpisah di rumahnya masing-masing, Minggu (21/5/3027).

Penangkapan dilakukan setelah melalui pengintaian dan penyelidikan atas rentetan kasus pencurian burung yang terjadi di wilayah Gemolong beberapa waktu terakhir.

Baca Juga :  Daftar Top 8 Pebulutangkis Tercantik di Indonesia Open 2017. Nomor 7 Asal Sragen

Salah satunya yang menimpa pengusaha Petrus Efendi Damanik (37), warga Perum Gemolong Permai RT 10 RW I, yang kehilangan burung piaraannya pada 9 Mei lalu.

Dari laporan itu, tim kemudian diterjunkan melakukan penyelidikan sebelum akhirnya mengungkap keterlibatan tiga pelaku.

“Dari hasil pemeriksaan, modus yang dilakukan mereka melakukan aksinya pada malam hari memanfaatkan situasi rumah para korban yang sepi. Para pelaku ini ternyata juga melakukan aksinya di beberapa lokasi dalam beberapa bulan terakhir,” ungkap Supadi.

Dari pengembangan, sindikat yang digawangi Toni itu terungkap sudah beraksi di delapan lokasi di Gemolong. Di antaranya di Perum Gemolong Permai dua kali, di Dukuh Semak, Gemolong, Desa Nganti, Desa Jenalas, Desa Jatibatur, Desa Genengduwur, dan Kelurahan Gemolong.

Baca Juga :  Jurnal PPDB Trouble, Disdikbud Dipanggil, DPRD Sragen Minta Daftar Nilai Prestasi Dibuka

Dari delapan lokasi itu, mereka berhasil menggasak 17 ekor burung berbagai jenis berikut sangkarnya.

Namun barang bukti yang bisa diamankan hanya tiga ekor burung lovebird kepala emas, satu ekor kenari lokal, dan satu burung cucak hijau.

Selebihnya, sudah dijual oleh ketiga tersangka. Turut diamankan pula tiga sepeda motor yang mereka gunakan beraksi masing-masing Vario AD 5601 AWE, Legenda B 6366 TYK, dan Vario AD 5602 AWE.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiganya bakal dijerat dengan pasal 364 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun.

 Wardoyo

BAGIKAN