JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Proyek Flyover Manahan Masuk Proses Lelang

Proyek Flyover Manahan Masuk Proses Lelang

108
BAGIKAN
Joglosemar|Maksum Nur Fauzan
OVERPASS MANAHAN–Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo bersama pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang mengunjungi lokasi perlintasan Kereta Api Manahan, Selasa (7/2). Menurut rencana Overpass Manahan akan mulai dibangun pada April.

SOLO – Proyek jembatan layang atau flyover Manahan dipastikan tidak bisa selesai tahun ini mengingat hingga saat ini proyek belum juga dimulai.

Kendati demikian saat ini proyek flyover sudah masuk dalam proses lelang oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII (BBPJN) Semarang.

“Kalau untuk detail engineering design (DED) yang disusun Pusat Studi Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU dan PR) sudah jadi. Sekarang sedang proses lelang oleh BBPJN Semarang,” terang Sekretaris Daerah (Sekda) Surakarta, Budi Yulistianto, Senin (8/5/2017).

Budi menjelaskan nantinya proyek flyover ini akan dibangun secara multiyears dengan sistem lelang satu kali. Sistem ini dipakai lantaran dalam pengerjaannya proyek dipastikan melampaui akhir tahun anggaran 2017 jika pembangunan akan dimulai pertengahan tahun ini.

“Izin dari Kemenkeu itu cukup penting. Jadi jika sampai Desember itu tidak jadi maka bisa dilanjutkan pada tahun berikutnya tanpa proses lelang,” katanya.

Lebih lanjut diutarakan jika izin pembangunan multiyears keluar, selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan mulai pembangunan. Pertama dengan sosialisasi ke masyarakat luas dan selanjutnya akan mulai dilakukan pengerjaan fisiknya.

“Proyek ini kan yang meng-handle Pemerintah Pusat lewat BBPJN VII Semarang. Sosialisasi akan dilakukan jika sudah pasti dan tahu detail perencanaannya,”ungkapnya.

Pemkot sendiri sebelumnya mentargetkan proyek flyover bisa dibangun April sehingga selesai di akhir 2017. Namun sampai sekarang belum ada kepastian kapan proyek akan mulai dikerjakan.

Padahal berbagai persiapan sudah dilakukan sejak akhir tahun lalu, seperti melobi pemerintah pusat agar membantu pendanaan proyek sampai mengalokasikan anggaran pendamping proyek dalam APBD.

“Koordinasi dengan berbagai instansi terkait ternyata membutuhkan waktu lama. Banyak yang harus dikomunikasikan, terutama menyangkut perlintasan sebidang dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan anggaran pembangunan dengan pemerintah pusat,” paparnya.

Terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Surakarta, Endah Sitaresmi Suryandari  menyatakan belum bisa memastikan kapan flyover akan mulai dikerjakan. Bahkan Pemkot pun belum melangkah untuk sosialisasi ke masyarakat.

“Kita memilih menunggu saja. Kita juga sudah mengalokasikan anggaran Rp 30 miliar untuk pendamping. Itu untuk di luar pembangunan fisik flyover, seperti pembebasan lahan terdampak, perbaikan drainase di Jalan dr Moewardi, pemasangan aksesoris pelengkap, maupun pengaspalan flyover,” tandasnya.

#Ari Welianto