JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Puasa dan Jalan Mendidik Diri

    Puasa dan Jalan Mendidik Diri

    83
    BAGIKAN
    Dok Joglosemar
    Arif Yudistira
    Tuan Rumah Pondok Filsafat Solo, Pengasuh MIM PK Kartasura

            Kebahagiaan orang berpuasa itu ada dua hal, tatkala berbuka dan tatkala bertemu tuhan-Nya, demikianlah sabda nabi. Hadis itu setidaknya mengisyaratkan hal pokok dalam ibadah puasa. Puasa sejatinya merupakan ibadah personal, intim, ibadah yang hanya orang yang menjalankan saja dengan Tuhan yang tahu. Sebagai ibadah personal, tentu saja puasa memiliki ekses bagi orang yang berpuasa.

            Bila di dalam perintah puasa jamak kita ketahui, bahwa puasa adalah ibadah yang memiliki sejarah. Orang-orang terdahulu pun berpuasa, untuk meniti jalan, jalan taqwa. Sesungguhnya disinilah letak keistimewaan puasa. Puasa sebenarnya merupakan sebuah jalan, sebuah ritual yang memang disediakan Tuhan untuk manusia untuk melakukan pembersihan, melakukan usaha mendidik diri.

            Menahan lapar dan dahaga hanya sebagai sebuah upaya untuk melakukan disiplin diri. Raga selaku fisik atau jasmani dididik untuk sejalan, sehati dengan jiwa. Dengan mengendalikan apa yang masuk dalam raga kita, kita juga diajak untuk mengendalikan raga kita secara amaliah. Karena itulah, orang puasa dituntut untuk menertibkan mata, telinga, hati serta fisiknya dari amaliah yang dilarang Tuhan.