JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Puluhan Pelajar Ditindak Usai Konvoi di Wilayah Sukoharjo

Puluhan Pelajar Ditindak Usai Konvoi di Wilayah Sukoharjo

54
BAGIKAN
Dok. Polsek Bulu
MELANGGAR—Sejumlah siswa yang ditindak olek Polsek Bulu karena melakukan pelanggaran saat konvoi dengan kebut-kebutan di sepanjang Jalan Yos Sudarso Bulu.

SUKOHARJO—Satlantas Polres Sukoharjo melakukan penindakan terhadap 58 siswa SMA/SMK yang melakukan konvoi usai pengumuman kelulusan di seluruh titik di Sukoharjo, Selasa (2/5/2017).

Puluhan siswa tersebut dinilai melanggar aturan dalam berkendara dan mengganggu kepentingan para pengguna jalan lainnya.

“Para pelajar melakukan konvoi sejak Selasa (2/5/2017) siang. Kami pun sudah berpatroli hingga sore harinya. Alhasil kami mengamankan 17 kendaraan bermotor dan 31 surat kendaraan yang pengemudinya tidak taat aturan,” tutur Kasat Lantas AKP Finan Sukma Radipta (3/5/2017).

Untuk memberikan efek jera, syarat pun diberikan bila para siswa ingin mengambil kembali kendaraan mereka. Yakni dengan mengembalikan kondisi kendaraan seperti sedia kala. Seperti jenis knalpot dan segala modif yang sengaja dipasang saat melakukan konvoi.

“Kami mengedepankan tindakan preventif represif dalam menindak para siswa. Selain itu, sebelumnya juga sudah kami berikan pembinaan agar siswa bisa mentaati ketertiban dalam berlalu lintas,” ungkapnya.

Penindakan pelajar konvoi juga dilakukan Polsek Bulu. Wakapolsek Bulu Iptu Lasimin mengungkapkan, terdapat 10 pelajar yang diamankan lantaran kedapatan tidak mematuhi syarat berlalu lintas, seperti mengganti knalpot dengan suara yang lebih nyaring.

“Pelajar yang terjaring razia saat melakukan konvoi disebabkan kendaraan yang mereka gunakan tidak memakai knalpot standar, melainkan knalpot dengan suara yang lebih nyaring. Ditambah baju sekolah mereka sudah dicorat-coret dengan cat warna–warni,” kata dia.

Sepuluh pelajar yang diketahui berasal dari SMKN 5 Sukoharjo dan SMAN 1 Bulu tersebut kedapatan melakukan kebut-kebutan di sepanjang Jalan Yos Sudarso, Bulu.

“Kami langsung giring mereka ke Mapolsek Bulu dan memanggil orangtua mereka. Kemudian kendaraan dari masing-masing siswa diserahkan kepada orangtua. Tujuannya agar mereka tidak mengulangi perbuatannya kembali,” tukasnya.

Dynda Wahyu Wardhani