JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Punakawan Juga Ikut Deklarasi Keutuhan NKRI

Punakawan Juga Ikut Deklarasi Keutuhan NKRI

11
BAGIKAN
Joglosemar|Maksum Nur Fauzan
DEKLARASI DAMAI–Sejumlah warga memakai pakaian adat menyanyikan lagu nasional saat mengikuti aksi damai deklarasi damai di Balaikota Solo, Senin (15/5). Aksi tersebut dalam rangka mendukung pemerintah, Polri dan TNI dalam menjaga Kebhinekaan dan menangkal Intoleransi.

Isu SARA saat ini menjadi hal yang paling seksi dibicarakan. Tidak hanya di sekitaran tempat tinggal kita, melainkan dunia maya begitu gencar dalam membahasnya.

Kondisi tersebut akhirnya membuat pemerintah mengeluarkan sikap tegas dengan meminta masyarakat kembali menuju kehidupan yang berbhineka tunggal ika. Pasalnya, Indonesia bukanlah milik salah satu agama, suku, bahkan ras tertentu.

Hal itulah yang mendorong sejumlah elemen masyarakat Surakarta untuk kembali menyuarakan jiwa nasionalis, kebhinnekaan, dan juga toleransi di Balaikota setempat, Senin (15/5/2017).

Sebagai lambang kebhinnekaan dan menjunjung tinggi toleransi, peserta menggunakan baju daerah.

Sebagai simbol Kota Solo, ada juga yang mengenakan pakaian dan atribut Punakawan seperti yang ada di perwayangan, yakni Bagong, Semar, Gareng, Petruk.

Koordinator kegiatan, Celcius Stir Cahyadi mengatakan warga Solo tidak terpengaruh dengan isu-isu intoleransi yang sedang mengemuka.

Untuk itu, mereka pun melakukan deklarasi sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah, TNI/Polri dalam menjaga keutuhan NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika.

“NKRI adalah harga mati. Kami mendukung pemerintah, TNI/ Polri dalam penegakan dan menjaga keutuhan NKRI,” tegas dia di sela-sela deklarasi.

Dengan penegasan ini, diharapkan masyarakat tidak ikut arus yang tengah memanas. Apalagi, Solo memang kota yang majemuk. Ada beberapa agama, suku, dan ras yang selama ini hidup berdampingan dengan damai.

Aksi tersebut langsung diterima Walikota Surakarta, FXHadi Rudyatmo, Wawali Achmad Purnomo, Sekda Budi Yulistianto, serta perwakilan dari TNI/ Polri.

“Kami ingin kehidupan yang damai di Solo dapat ditularkan ke kabupaten atau daerah lain. Karena selama ini kita memang menjunjung tinggi toleransi di dalam hidup bermasyarakat,” ujar Walikota.

Selain itu, orang nomor satu di jajaran Pemkot Surakarta itu juga memberikan imbauan agar semua pihak juga ikut dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “Semua punya tugas itu, tidak hanya kepolisian dan TNI saja,” kata dia.

#Murniati