JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Ratusan PKL Dadakan Banjiri Manahan, Solo

Ratusan PKL Dadakan Banjiri Manahan, Solo

55
BAGIKAN
Joglosemar | Maksum Nur Fauzan
PENERTIBAN—Petugas Satpol PP bersama Linmas melakukan penertiban terhadap PKL yang berjualan di ruang hijau kompleks Manahan Solo, Rabu (17/5/2017). Penertiban tersebut dilakukan karea merusak tanaman dan rumput yang berada di area tersebut.

SOLO – Event Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat nasional yang digelar kompleks Stadion Manahan menarik perhatian pedagang dadakan. Alhasil ratusan PKL dadakan memenuhi sekitaran lokasi event.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Surakarta, Agus Sis mengakui banyak PKL dadakan yang ingin meraup rezeki dari event nasional yang digelar mulai 14-20 Mei itu. “Pantauan kami ada sekitar 500-an pedagang yang masuk kompleks stadion sebelum ditertibkan. Oleh sebab itu kami ambil tindakan pada dua hari ini,” ujar dia.

Penertiban dilakukan lantaran keberadaan mereka dinilai menimbulkan kesemrawutan di lokasi. Dari hasil penertiban jumlah PKL yang berdagang menurun menjadi 100 pedagang.

Sementara itu dirinya juga mengatakan , beberapa  penjual angkringan terpaksa diminta keluar dari area setadion untuk menjaga kelancaran acara. “Edaran dari kepala dinas pemuda dan olah raga sudah positif tidak boleh. Tetapi karena pedagang pakaian bertemakan LKS sudah jauh-jauh datang dari luar kota maka tetap difasilitasi di Velodrom,” tegas Agus, Rabu (17/5).

Sementara itu, Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengatakan sudah semestinya pedagang mengikuti aturan yang ada. Dirinya menilai upaya penertiban selama ini hanya bertahan sebentar. “Saat ditertibkan manut, tapi lama-kelamaan kembali melanggar. Intinya ya kalau melanggar kita akan tegakkan. Tapi kan pemkot juga tidak saklek dalam melakukan penertiban tetap dengan perhitungan yang paling baik untuk semua pihak. Lha kalau bisa ya nggak hanya sepanjang acara ini. Tapi untuk seterusnya,” ujar Walikota.

#Huriyanto