JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo RSUD Semanggi Mulai Dibangun Juli

RSUD Semanggi Mulai Dibangun Juli

51
BAGIKAN
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo saat meninjau pembangunan Pasar Klewer, Rabu (18/1).

SOLO – Peletakan batu pertama pembangunan RSUD Semanggi rencananya dilaksanakan Juli mendatang.

Pemkot juga memutuskan untuk tidak mengajukan utang ke Pusat Investasi Pemerintah (PIP) tetapi mengajukan anggaran untuk pembangunan fisiknya.

Sesuai dengan Detail Engineering Design (DED), RSUD terletak di selatan Pasar Klithikan Notoharjo. Di mana, bangunan setinggi enam lantai dan non basement itu rencananya menghabiskan dana Rp 200 miliar. Tahun ini APBD mengalokasikan dana Rp 10 miliar untuk pembuatan konstruksinya.

Ditemui di Balaikota Surakarta, Walikota FX Hadi Rudyatmo menyatakan saat ini masih proses koordinasi dengan DPRD melalui Badan Anggaran (Banggar).

Hal ini menyangkut anggaran pembangunan yang besarnya mencapai Rp 200 miliar.

“Kalau semuanya lancar, kami berharap peletakan batu pertama bisa dilaksanakan Juli mendatang,” kata dia, Selasa (16/5/2017).

Sementara ini, pihaknya berencana menggunakan kas RSUD Ngipang untuk mengisi kekurangan dana. Pasalnya, dari kebutuhan Rp 25 miliar, baru ada dana Rp 10 miliar sehingga Rp 15 miliar sisanya diambilkan dari RSUD Ngipang.

Kendati demikian, pihaknya memutuskan untuk mengajukan bantuan ke pemerintah pusat untuk pembangunannya. Mengingat, kebutuhan anggarannya cukup banyak dan menggunakan sistem multiyears.

“Kalau ke pemerintah pusat ya tetap minta. Perkara nanti diberi atau tidak itu kan urusan lain. Yang jelas, kita tidak akan ngutang seperti RSUD Ngipang yang dulu,” katanya.

Kalau pun tidak mendapatkan bantuan, pihaknya optimis DPRD bakal menyetujui untuk pengucuran anggaran ke proyek tersebut. Pertimbangannya, pembangunan fisik dalam hal gedung di Solo sudah sangat berkurang.

Ini disebabkan hampir semua kelurahan, tepatnya satu kelurahan yang belum dibangun. Sehingga, anggaran pembangunan fisik diperkirakan bisa dialihkan ke RSUD Semanggi.

Hanya saja, saat ditanya mengenai berapa estimasi per tahunnya, Rudy belum mau membeberkan. Pihaknya menyerahkan analisa kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Banggar.

Pembangunan pusat layanan kesehatan itu diharapkan mampu menampung masyarakat Solo timur dan selatan sehingga tidak terfokus ke RSUD Ngipang. Apalagi, di sana juga ada keterbatasan ruang rawat inap sehingga tidak semua pasien bisa tertampung.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Surakarta, Asih Sunjoto Putro menjelaskan tahun ini hanya akan ada pembangunan konstruksi.

“Anggaran yang dibutuhkan Rp 25 miliar namun APBD 2017 hanya menganggarkan Rp 10 miliar. Untuk sisanya, kami akan ambilkan dari kasa RSUD Ngipang,” tegasnya.

#Murniati