JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Opini Rudy, Digadang-gadang Jadi Calon Wagub Jateng

Rudy, Digadang-gadang Jadi Calon Wagub Jateng

243
BAGIKAN

Begog D Winarso
Pekerja Pers, Ketua Dewan Penasihat PWI Surakarta

Mendengar Solo, yang muncul di benak adalah Wayang Wong Sriwedari, Pasar Klewer, Keraton Kasunanan, Pura Mangkunegaran, Taman Sriwedari, Pasar Klewer, Taman Balekambang, dan Taman Jurug. Ikon-ikon yang dikenal masyarakat luas sejak dulu itu membuat Surakarta – nama resmi Kota Solo – dikunjungi banyak wisatawan, baik domestik mapun wisman. Dan, sejak lama pula Solo menyandang predikat sebagai kota seni, budaya, dan pariwisata.

        Kini Solo semakin moncer, dan predikat tersebut semakin kokoh. Kegiatan kesenian dan kebudayaan digelar sepanjang tahun. Kantong-kantong seni-budya muncul di hampir setiap kelurahan yang diekspresikan lewat gelaran grebeg. Di antaranya Grebeg Sudira. Hampir 20 kelurahan terutama kelurahan yang memperoleh bantuan gamelan dari Pemkot Solo secara rutin – minimal sekali dalam satu pekan – menggelar latihan.

         Secara bertahap Pemkot memberikan bantuan gamelan – slendro dan pelog – kepada kelurahan. Diperkirakan sekitar tiga-empat tahun lagi 51 kelurahan yang ada memiliki gamelan. Dengan demikian, kelak setiap malam tersaji pertunjukkan musik karawitan Jawa meski hanya latihan. Satu predikat lagi akan diperoleh Solo, yakni sebagai kota musik gamelan atau karawitan Jawa.

        Predikat lainnya yang saat ini disandang Solo adalah kota kuliner. Hampir di setiap sudut kota terdapat pedagang makanan khas Solo: nasi liwet, jenang lemu, bakmi, tahu kupat, soto, dan nasi gudeg. Kuliner khas Solo lainnya, yaitu warung hik juga bertebaran di mana-mana. Bahkan, satu tahun belakangan ini muncul banyak warung makan dan kedai kopi serta warung hik di kampung-kampung.