Saat Pengumuman Kelulusan, Siswa SMP Wajib Pakai Baju Adat

Saat Pengumuman Kelulusan, Siswa SMP Wajib Pakai Baju Adat

109
Joglosemar|Dok
Pelajar pulang sekolah dengan menaiki sepeda di kawasan Ngemplak, Boyolali, Selasa (6/12). 

SOLO– Pelaksanaan pengumuman kelulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Solo dilakukan pada 2 Juni besok.

Untuk mengantisipasi adanya konvoi para lulusan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta memberikan surat edaran kepada seluruh SMP baik negeri maupun swasta bahwa untuk kelulusan dilakukan pada sore hari dan untuk SMP negeri siswanya diwajibkan mengenakan pakaian adat.

Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar (Dikdas) SMP Disdik Kota Surakarta, Waliyono mengatakan, pada 1 Juni besok, petugas dari Disdik Kota Surakarta ke Semarang untuk mengambil nilai Ujian Nasional (UN) SMP.

“Kemudian dari Semarang sorenya langsung diserahkan ke sekolah untuk kemudian digarap karena esoknya yaitu tanggal 2 Juni pengumuman kelulusan. Karena pelaksanaan pengumuman kelulusan sore hari, sehingga pihak sekolah masih memiliki waktu untuk rapat menentukan kelulusan siswa,” ujar Waliyono, Senin (29/5/2017).

Baca Juga :  Akhirussanah Angkatan XIV Tahun 2016/2017 SDIT Nur Hidayah

Lanjut Waliyono, mengingat nilai UN bukan menjadi syarat utama kelulusan, sehingga berapapun nilainya asal sudah menyelesaikan proses pembelajaran bisa dipastikan lulus.

“Karena salah satu syarat kelulusan itu mengikuti UN berapapun nilainya. Namun, jika yang bersangkutan tidak mengikuti UN maka yang bersangkutan berarti tidak menyelesaikan proses pembelajaran sehingga tidak lulus,”  imbuhnya.

Kemudian, lantaran pelaksanaan pengumuman kelulusan SMP ini bertepatan dengan bulan  Puasa, maka pelaksanaan pengumuman kelulusan dilakukan dengan sekalian berbuka puasa.

Baca Juga :  Akhirussanah Angkatan XIV Tahun 2016/2017 SDIT Nur Hidayah

“Jadi minimal pengumuman pukul 15.00 WIB. Kemudian dari mulai pukul 15.00 WIB hingga waktu buka puasa bisa diisi dengan pentas seni dari siswa serta tausiyah. Sehingga, untuk siswa dari SMP negeri diwajibkan pakai baju adat. Sedangkan untuk SMP swasta sifatnya hanya imbauan saja,” kata Waliyono.

Waliyono berharap, para lulusan SMP tidak melakukan aksi konvoi dan corat-coret. “Mending bajunya yang masih bagus disumbangkan, jangan dicorat-coret. Lalu setelah lulus persiapan mencari sekolah baik SMA/ SMK,” pungkas Waliyono.

Dwi Hastuti

BAGIKAN