JOGLOSEMAR.CO Opini Refleksi Saatnya Membangun Inovasi Sejak Dini

Saatnya Membangun Inovasi Sejak Dini

45
BAGIKAN
Ilustrasi

          Dunia perguruan tinggi kembali menjadi sorotan. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhammad  Nasir menegaskan, penelitian di perguruan tinggi harus menjadi gudang inovasi. Hal itu ditekankan agar dunia perguruan tinggi juga mampu menggerakkan perekonomian demi penyejahteraan bangsa. Dia menegaskan, peringkat inovasi di tanah air memang mengalami peningkatan, namun dalam kompetisi global justru mengalami penurunan. Hal itu bukan karena kuantitas yang menurun, namun lantaran para pesaing yang bergerak lebih cepat.

          Terkait dengan kondisi tersebut, Menristekdikti mendorong adanya kemandirian di universitas, khususnya bagi yang sudah memiliki badan hukum. Dia juga berharap universitas bisa memiliki industri perguruan tinggi (teaching industry).

          Dorongan dan harapan tersebut memang sangat beralasan dan patut mendapatkan tanggapan positif dari pihak perguruan tinggi. Sebab bagaimanapun juga, lembaga pendidikan tidak dapat dilepaskan dari lingkungan dan masyarakat sekitar.  Mungkin masih teringat di benak kita, makna Tri Dharma Perguruan tinggi, salah satunya adalah bagaimana mahasiswa maupun seluruh civitas di dalamnya mampu memerankan dirinya agar memiliki manfaat bagi masyarakat.

          Kiranya untuk masa sekarang, pengabdian masyarakat tidak cukup kalau hanya dilakukan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) saja. Karena toh dalam program KKN, posisi perguruan tinggi dan mahasiswa masih fifty-fifty dengan masyarakat.  Mahasiswa dalam program KKN masih bersifat member sekaligus juga menerima, mengajar namun juga belajar, mencerahkan sekaligus juga dicerahkan. Mahasiswa yang masih kering pengalaman, melalui program KKN belajar kedewasaan dan arti kehidupan yang sesungguhnya di tengah masyarakat.

          Kini perguruan tinggi dituntut berperan lebih besar lagi di tengah masyarakat di luar KKN. Sebagai salah satu contoh misalnya, Fakultas Kedokteran UNS telah memiliki rumah sakit sendiri yakni rumah sakit UNS. Rumah sakit ini selain difungsikan sebagai ajang untuk menambah ilmu, pengalaman, membuka wawasan serta mempraktikkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, juga memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat.

          Tentu saja hal ini selaras dengan harapan Menristekdikti bahwa perguruan tinggi harus memiliki industri. Fakultas-fakultas yang lain pun diharapkan memunculkan inovasi-inovasi baru  semacam ini, yang memiliki peran langsung bagi civitas akademika maupun masyarakat.

          Harapan besar Menristekdikti itu kiranya tidak akan dapat terlaksana dengan baik kalau tidak didukung dengan penumbuhan motivasi dari dalam mahasiswa itu sendiri. Kalau dirunut lebih jauh pun, harapan perguruan gitnggi menjadi gudang inovasi harus didukung secara sistematis dari sejak hulu yakni dari siswa sekolah dasar. Intinya, pendidikan dasar perlu memiliki konsep yang memberdayakan dan memandirikan siswa.

          Pendidikan di tingkat dasar idealnya adalah pendidikan yang menyenangkan dan memerdekakan siswa, sehingga dengan iklim tersebut akan merangsang keinginan siswa untuk bertanya, mencari dan meneliti.

          Kurikulum berbasis kompetensi (KBK) maupun Kurikulum 2013 (K-13) sebenarnya sudah cukup memuat semangat tersebut. Hanya saja, masih perlu ada penguatan di beberapa sisi agar “revolusi” cara belajar siswa lebih kentara dan terasa. Jika motivasi telah dibangun dari sejak awal, diharapkan hal itu akan  selalu terpupuk hingga sekolah menengah maupun perguruan tinggi. Dengan demikian, harapan Menristekdikti agar perguruan tinggi menjadi gudangnya inovasi tidak akan kering dan mati sia-sia.  ****