JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Sambut Hari Jadi ke-100, Pemkab Karanganyar Luncurkan Logo

Sambut Hari Jadi ke-100, Pemkab Karanganyar Luncurkan Logo

172
BAGIKAN
Joglosemar | Satria Utama
LUNCURKAN LOGO—Pemkab Karanganyar meluncurkan logo untuk memperingati hari jadi yang ke-100

KARANGANYAR-Menyambut peringatan Hari Jadi yang ke-100, 18 November mendatang, Pemkab Karanganyar resmi meluncurkan logo. Tahun ini, Pemkab menggunakan logo Burung Derkuku berwarna putih. Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan, logo Burung Derkuku sebagai semangat luhur yang mempresentasikan perjuangan Raden Mas Said (Pangeran Samber Nyawa).

Ia menyebutkan, logo tersebut hasil kreasi Atok Purwo Kusumo yang juga meraih prestasi juara pertama pada perlombaan logo peringatan seratus tahun Kabupaten Karanganyar. Sedangkan untuk angka 100, melambangkan tugu Tri Dharma yang menjadi semboyan mulat sariro hangrosowani, melu handarbeni, melu angrungkebi. “Logo ini untuk menjalin kebersamaan, untuk mewujudkan kesejahteraan warga Karanganyar. Logo ini juga menandakan keinginan seluruh warga untuk memajukan Karanganyar,” terang Bupati, Selasa (2/5/2017).

Yuli juga menyampaikan, fokus pembangunan di Karanganyar telah terbukti, baik pembangunan fisik maupun nonfisik. Terkait keberhasilan pembangunan non fisik, program pembangunan Karanganyar sejahtera telah menjadi percontohan nasional sebagai daerah bebas buang air sembarangan (BABS).

Yuli menargetkan, pada 2017, Karanganyar benar-benar bebas BABS. Ia menyebutkan, saat ini pihaknya mengejar pembangunan jamban sekitar 7.000-an keluarga yang belum memiliki jamban.

Menurut dia, ketersediaan jamban menjadi satu indikator mutlak terkait kesehatan masyarakat. Jaminan kesehatan menjadi salah satu barometer keberhasilan pembangunan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat. “Kita targetkan tahun ini selesai (BABS). Semua keluarga harus memiliki jamban. Untuk anggarannya dari APBD, ada juga dari dana desa, serta dana CSR (corporate social responsibility) dari berbagai perusahaan,” jelas Yuli.

Bupati menambahkan, program rumah sehat juga menjadi prioritas pembangunan melalui program pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH). “Program pembangunan RTLH juga menjadi prioritas yang harus segera diselesaikan,” imbuh Bupati. Dalam peluncuran yang disaksikan jajaran pegawai Pemkab Karanganyar, sekaligus meluncurkan smart city dengan berbasis teknologi informasi secara menyeluruh dan menjadi pusat informasi untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat. Satria Utama