JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Sanksi Kabid Terjerat Judi, BKPP Sragen : Terberat Bisa Diberhentikan

Sanksi Kabid Terjerat Judi, BKPP Sragen : Terberat Bisa Diberhentikan

275
BAGIKAN
Ilustrasi

SRAGEN—Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sragen memastikan sudah merekomendasikan sanksi disiplin untuk mantan Kabid Pengelolaan Pasar, SAN yang tersandung kasus judi beberapa waktu lalu.

SAN yang menjalani hukuman tiga bulan penjara dan belum lama menghirup udara bebas itu dipastikan akan dikenai sanksi yang saat ini masih menunggu keputusan bupati.

Hal itu disampaikan oleh Kepala BKPP Sragen, Sarwaka saat menghadiri acara di Dispendukcatpil, kemarin. Ia mengatakan, SAN yang kembali aktif bertugas, sebenarnya sudah digeser dari jabatan lamanya sebagai Kabid Pengelolaan Pasar di Dinas Perindustrian dan Perdagangan ke Kabid Pemberdayaan Sosial di Dinas Sosial.

Namun, ia memastikan untuk kasus judi yang dilakukannya, SAN akan dijatuhi sanksi disiplin. Menurut Sarwaka, tim sudah merekomendasikan beberapa sanksi dan saat ini sudah diajukan ke bupati.

“Mesti ada sanksi disiplin. Itu mesti Mas. Ini sudah saya naikkan tapi belum saya ekspos, karena masih menunggu keputusan dari Bu Bupati,” paparnya.

Sarwaka menguraikan, sanksi yang direkomendasikan ada beberapa macam. Mulai dari penurunan pangkat sekian tahun, hingga yang terberat bisa diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri.

Namun ia menegaskan, sanksi itu sangat tergantung bupati. Mengingat kasus yang menjerat yang bersangkutan hukumannya kurang dari dua tahun.

“Terserah bupati nanti mau disanksi apa. Yang jelas sanksinya macam-macam itu. Yang terberatnya bisa diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri,” tukasnya.

Ditambahkan, atas rentetan kasus PNS yang tersandung kasus hukum, utamanya judi, Sarwaka mengimbau kepada semua PNS agar sebisa mungkin menghindarinya.

Sebab apabila sudah terkena masalah hukum, selain berhadapan dengan sanksi pidana, juga akan dikenai sanksi disiplin pula.

“Kalau sampai kena masalah hukum juga akan merepotkan semua pihak. Keluarga dan kami yang harus mengadakan langkah-langkah tindakan. Dan yang jelas mencoreng almamater korps pegawai,” tandasnya.

Nama SAN yang sempat menjadi buronan karena kabur saat penggerebekan, memang sempat menjadi sorotan. Pasalnya, di saat berstatus DPO, dia mendadak muncul saat dilantik menjadi Kabid Pasar.

Tak cukup sampai di situ, begitu keluar dari penjara, ia tak mendapat sanksi tapi malah kembali dilantik menjadi Kabid Pemsos di Dinas Sosial.

Wardoyo