JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Satu Bulan Tak Aktif, SHP Pedagang Pasar Klewer Akan Dicabut

Satu Bulan Tak Aktif, SHP Pedagang Pasar Klewer Akan Dicabut

17
BAGIKAN
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
PERESMIAN PASAR KLEWER- Presiden Joko Widodo meninjau Pasar Klewer usai acara peresmian pasar tersebut, Solo, Jumat (21/4).

SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta mengancam akan mencabut surat hak penempatan (SHP) bagi pedagang Pasar Klewer yang tidak mau berjualan pasca diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhir April silam. SHP akan dicabut jika pedagang tidak berjualan sampai satu bulan ke depan.

“SHP akan kita cabut jika pedagang tidak mau berjualan satu bulan ke depan,” ujar Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Surakarta, Subagiyo kepada wartawan kemarin.

Pemkot meminta pedagang tetap membuka kios meski kiosnya terkena pilar lantar. Apalagi sudah ada kesepakatan bersama sebelum penyerahan kunci kios jika pedagang bersedia menempati dan tidak mengalihkan kios tanpa izin Pemkot.

“Setidaknya sudah ada aktivitas persiapan kendati belum mau menempati dalam waktu dekat. Ya,  seperti memasang lemari atau memajang barang dagangan,” ungkapnya.

Subagiyo mengatakan jika sampai batas waktu yang diberikan pedagang tidak kunjung beraktivitas di kios maka Pemkot tidak segan mencabut SHP.

Kios yang tidak terpakai nantinya akan dialihkan ke pedagang lain. Karena masih ada pedagang lain yang sudah antre untuk masuk Pasar Klewer.

“Diharuskan pedagang harus menempati dan berjualan di Pasar Klewer. Kan sudah diresmikan oleh Presiden, 21 April lalu,” sambungnya.

Sementara itu Pejabat Humas Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK), Kusbani menyatakan jika sampai saat ini tinggal 10 persen pedagang yang belum aktif berjualan.

“Memang belum semua pedagang itu masuk pasar, tinggal 10 persen saja. Memang ada yang protes kiosnya kena pilar dan membuat pedagang sulit untuk menata (barang dagangan) karena kiosnya jadi sempit dan itu butuh waktu,” terangnya.

Ditambahkan, pihak paguyuban terus mengajak pedagang untuk bisa menempati dan aktif berjualan di bangunan baru Pasar Klewer.

Apalagi saat ini menjelang bulan puasa dan Lebaran, di mana merupakan moment pedagang untuk meraih keuntungan.

“Kita terus mengajak dan mendorong pedagang untuk berjualan. Kita mendukung apa yang dilakukan Pemkot,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah pedagang yang kiosnya terkena pilar akan memperoleh keringanan retribusi. Sementara itu untuk penarikan e-retribusi baru akan dilakukan Juli bulan depan.

Ari Welianto