JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Sebelas Halte Batik Solo Trans Diganti Permanen

Sebelas Halte Batik Solo Trans Diganti Permanen

82
BAGIKAN
Petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Surakarta membersihkan halte Bus Batik Solo Trans (BST), Selasa (06/01/2015). Kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga kebersihan halte serta memberikan kenyamanan kepada penumpang. Foto : Maksum N F

SOLO – Sebanyak 11 halte Batik Solo Trans (BST) bakal diganti menjadi permanen. Penggantian tempat pemberhentian bus sementara tersebut menyedot dana APBD 2017 sebesar Rp 1,15 miliar.

Kesebelas halte tersebut berada di beberapa ruas jalan protokol. Di antaranya dua unit di Jalan Jendral Sudirman, empat unit di Jalan Slamet Riyadi, dua unit di Jalan Kapten Mulyadi, satu unit di Jalan Veteran, satu unit di Jalan Kolonel Sutarto, dan satu di Jalan Dr Radjiman.

Ketua Komisi III DPRD Surakarta, Honda Hendarto mengungkapkan penggantian halte BST menjadi permanen memang sudah direncanakan jauh-jauh hari oleh Pemkot dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub).

”Kita sudah menyiapkan dana di APBD 2017 untuk program itu. Ini sebagai pengganti halte-halte yang diberikan sejumlah pihak lewat program Coorporate Social Responsibility (CSR),” kata dia, Senin (8/5/2017).

Hanya saja, penggantian halte portabel dan juga kaca itu tidak dilakukan di semua tempat pemberhentian. Ini disebabkan adanya keterbatasan anggaran sehingga penggantian dilakukan secara bertahap.

Dengan alasan itu, Pemkot pun melakukan pemetaan dan analisa untuk mengetahui halte mana yang memang mendesak untuk diganti. Tentunya dengan memperhatikan titik dan lokasinya.

Dengan penggantian tersebut, Pemkot dan DPRD berharap para pengguna transportasi massal itu bisa lebih nyaman. Apalagi, saat ini memasuki musim penghujan sehingga calon penumpang membutuhkan tempat teduh agar terhindar dari guyuran air hujan.

”Hal itu bisa digunakan untuk menghindari cuaca panas dan hujan. Sehingga para calon penumpang bisa menunggu BST dengan nyaman,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dishub Surakarta, Taufik Muhammad mengatakan saat ini tengah menyiapkan lelang. Ini disebabkan pagu program itu bisa dikatakan sangat besar, maka pelaksanaannya harus didahului dengan lelang.

“Kami menggunakan lelang Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Dan yang kami ganti tahun ini ada 11 titik yang berada di koridor I dan II,” tegasnya.

Murniati