JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Sempat Menangis, Ini Yang disampaikan Pedagang asal Sragen Saat Bertemu Presiden...

Sempat Menangis, Ini Yang disampaikan Pedagang asal Sragen Saat Bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara

1836
Momen saat Sri Wahyuni bertemu dan menyampaikan nadarnya di hadapan Presiden Jokowi di Istana Negara, Sabtu (13/5/2017). Foto/istimewa

SRAGEN- Setelah menunggu hampir 21 hari, pedagang susu kedelai asal Sragen,Sri Wahyuni (46), akhirnya bisa memenuhi nadarnya bertemu Presiden Joko Widodo alias Jokowi, Sabtu (13/5/2017) siang. Pedagang asal Dukuh Karangasem, Banaran, Sambungmacan itu diterima Presiden di Istana Negara Jakarta, pukul 12.00 WIB.

Ibu satu anak itu berhasil menuntaskan nadarnya bertemu Presiden setelah menempuh jalan kaki Sragen-Jakarta sejak 21 April lalu. Wahyuni diterima di Istana Negara dan ditemui langsung oleh Jokowi.

Kepada Joglosemar, ia mengatakan dirinya diterima oleh Presiden di ruang tamu presiden. Saat pertama kali bertemu, Wahyuni langsung menjabat dan mencium tangan Presiden asal Solo itu.

Bersamaan dengan itu, tangisnya langsung pecah. Ia mengaku terharu dan senang akhirnya nadar yang dilontarkannya tiga tahun lalu sudah terbayarkan.

“Tadi diterima sekitar pukul 12.00 WIB. Saya nggak bisa nahan nangis, saking senengnya bisa ketemu Pak Jokowi. Seneng akhirnya nadar saya bisa lunas, ” paparnya via telepon.

Wahyuni menuturkan sekitar 10 menit dirinya diterima dan bercakap-cakap dengan orang nomor satu di negeri ini tersebut. Dia mengaku menyampaikan beberapa hal ke Presiden.

“Saya hanya bilang, kalau aksi jalan kaki ke Jakarta memang karena membayar nadar saya. Saya tadi juga sampaikan bahwa saya tinggal di Sragen dan punya usaha kecil-kecilan yaitu susu kedelai. Saya bilang agar Pak Jokowi bisa lebih memperhatikan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sragen dan UMKM di indonesia pada umumnya, ” tuturnya.

Setelah mendengar pesan itu, Presiden merespon dengan menanyainya apa lagi yang mau disampaikan. Wahyuni juga meminta agar suatu saat Presiden berkenan singgah ke gubug dan usaha susu kedelainya.

Wahyuni memulai aksi Jalan kaki ke Jakarta pada tanggal 21 April lalu.  Setelah dua pekan,  ia bisa menginjakkan kaki ke Jakarta.  Namun niatnya menuntaskan nadar sowan Presiden masih terkatung-katung karena harus membuat surat permohonan dan menunggu kesediaan maupun waktu longgar Presiden.

Selama sepekan terakhir menunggu panggilan menghadap,  dia terpaksa tidur di musala Mapolsek Metro Gambir. Sebelum akhirnya ia berhasil diterima Presiden Selasa (13/5/2017).(#Wardoyo) 

BAGIKAN