JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Separuh Pemenang Lelang Proyek di Sragen Dibatalkan, Rekanan Siapkan Gugatan

Separuh Pemenang Lelang Proyek di Sragen Dibatalkan, Rekanan Siapkan Gugatan

386
BAGIKAN
ilustrasi proyek

SRAGEN—Sejumlah rekanan pemenang lelang proyek infrastruktur APBD 2017 ancang-ancang menyiapkan gugatan terhadap Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Hal itu menyusul pernyataan dari DPU yang mengisyaratkan separuh dari 29 rekanan yang sudah dinyatakan memenangkan lelang, akan dibatalkan dan dilakukan retender (lelang ulang).

“Tadi dari rekan-rekan rekanan pemenang lelang sudah pada rembukan dan siap mengajukan gugatan kalau sampai dibatalkan. Karena secara aturan mereka sudah dinyatakan menang dan sudah memenuhi syarat serta dapat tanda bintang,” kata Koordinator LSM Komite Peduli Kebenaran Sragen (KPKS), Bambang Edi, Selasa (16/5/2017).

Lebih dari itu, ia menyayangkan sikap DPU yang hendak menggagalkan separuh rekanan. Padahal, dengan tender ulang, selain berbuntut gugatan, juga akan makin memperparah keadaan.

Pasalnya, tender ulang diyakini tak bisa serta merta dilakukan ketika masih dalam proses sengketa.

“Kalau digugat, otomatis lelang ulang pun harus menunggu gugatan selesai. Akhirnya akan molor lagi, yang dirugikan masyarakat juga,” jelasnya.

Pemilik rekanan PT Darmawangsa yang sudah dinyatakan menang lelang, Rahmat Samsono, tak menampik rencana menggugat jika memang kebijakan DPU merugikan rekanan yang sudah menang.

Saat dipanggil DPRD, Kepala DPU Sragen, Marijo menyampaikan, dari 29 titik proyek yang sudah dinyatakan menang dan masih bermasalah, diperkirakan ada 50 persen yang akan ditenderkan ulang.

Namun pihaknya berjanji secepatnya menyelesaikan permasalahan lelang sesuai permintaan DPRD.

Ia masih optimistis lelang ulang tidak berpengaruh pada kualitas maupun waktu pengerjaan. Namun jika awalnya ditarget 6 bulan selesai, nantinya proyek akan dipercepat 4-5 bulan.

Soal kemungkinan gugatan hukum, pihaknya mengaku sudah siap karena merasa punya dasar juga.

Wardoyo