JOGLOSEMAR.CO Opini Refleksi Sepur Kelinci dan Keselamatan Penumpang

Sepur Kelinci dan Keselamatan Penumpang

59
BAGIKAN
Ilustrasi | Dok Joglosemar

        Ada fenomena menarik di Kabupaten Sukoharjo, yakni keberadaan Sepur Kelinci. Kendaraan modivikasi  yang bentuknya panjang dan muat untuk puluhan orang itu  sangat disukai anak-anak. Selain bentuknya lucu  karena  bagian depan berhias kepala kelinci, muatan yang banyak cenderung membuat heboh dan gayeng.

Sepur Kelinci sering dijumpai di kampung-kampung kota atau di pedesaan. Awal mulanya sepur kelinci bukan alat transportasi, melainkan kendaraan untuk tujuan wisata. Anak-anak suka naik sepur kelinci sembari melihat pemandangan. Hanya sebatas itulah tujuannya, yakni rekreasi.

Melihat antusiasme yang demikian tinggi, dalam perkembangannya Sepur Kelinci bukan lagi sekadar untuk pariwisata, namun sebagai alat angkutan. Faktanya memang sama, Sepur Kelinci tersebut digunakan untuk mengangkut sejumlah orang untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Yang pertama bertujuan sebagai  sarana berwisata, sementara yang lain untuk media transportasi. Pemilik sama-sama menerima keuntungan uang jasa angkut dari pengguna. Salah satu yang membedakan antara keduanya adalah jalur dan tujuannya.

Sebagai sarana wisata, sepur kelinci memiliki tujuan yang sudah jelas dan tetap, serta relatif aman. Misalnya jalan-jalan kampung, persawahan atau  tempat wisata tanpa  melintasi jalan raya. Sementara sebagai alat transportasi, tujuan dan sasarannya tergantung permintaan pengguna.

Masalahnya ada di perizinan. Sepur kelinci bukan termasuk alat angkutan, sehingga dilarang digunakan sebagai alat transportasi di jalan raya. kelinci tidak dibenarkan digunakan sebagai alat angkutan massal.

Beberapa waktu lalu, di Sukoharjo pernah terjadi Sepur Kelinci terperosok di tepi jalan raya.Empat orang siswa SD mengalami luka ringan. Dari liputan khusus yang pernah diungkap media ini, jumlah pemilik sepur kelinci cenderung bertambah di Sukoharjo.