JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Serangan Kera Mereda, Giliran Celeng Membabibuta di Wonogiri

Serangan Kera Mereda, Giliran Celeng Membabibuta di Wonogiri

159
BAGIKAN
Ilustrasi: alamendah.org

WONOGIRI—Warga di sejumlah wilayah di Wonogiri kini kembali diresahkan serangan hewan liar.

Setelah sebelumnya sempat terganggu ulah kera ekor panjang, kali ini giliran celeng atau babi hutan yang turut merusak tanaman di pertanian milik warga.

Akibat ulah celeng tersebut, sejumlah tanaman milik warga terancam gagal panen. Seperti yang terjadi di Desa Tegiri Kecamatan Batuwarno.

“Tanaman singkong, kacang dan jagung habis dibabat kawanan kera, tapi untuk sementara waktu ini agak mereda. Karena sebulan lalu warga kami kerja bakti gropoyokan mengusir kawanan kera agar keluar dari desa kami,” tutur Kepala Desa (Kades) Tegiri, Udik Wahyudi, Sabtu (6/5/2017).

Namun demikian, menurut dia, meredanya serangan kera bukan berarti warga setempat tenang. Mereka masih terus berjaga-jaga di lahan pertanian yang digarapnya. Pasalnya, masih ada kawanan kera dengan jumlah sedikit yang turun.

Selain itu, kawanan celeng turut serta menyerang tanaman apa saja yang ada di lahan pertanian warga setempat. “Untuk menghalaunya, biasanya petani membawa anjing dan juga senapan,” papar Udik.

Menurut dia, hama celeng memang sudah ada sejak lama, namun tidak seperti beberapa tahun belakangan ini.

Kondisi ini memaksa petani menjaga tanamannya sejak mulai tanam hingga panen. Tak jarang, petani sampai membuat pondok kecil di kaki bukit tak jauh dari ladang mereka.

“Sebenarnya banyak pemburu celeng dari Solo dan Jogja berburu di sini, warga sangat senang. Tapi, tetap saja, semalam hanya dapat dua ekor, padahal populasinya setiap bulan lebih dari itu, apalagi musim seperti ini, kawanan celeng banyak yang beranak,” jelas dia.

Kawanan kera ekor panjang juga meresahkan warga kecamatan lainnya. Meliputi Kecamatan Wonogiri, Jatipurno, Slogohimo, Giriwoyo, Ngadirojo, Karangtengah, dan Manyaran. Primata ini sudah merambah permukiman warga.

Aris Arianto